UKM Taekwondo UMY Borong Enam Medali di Kejuaraan Internasional GTIC II 2026

UKM Taekwondo UMY Borong Enam Medali di Kejuaraan Internasional GTIC II 2026

Smallest Font
Largest Font

YOGYAKARTA — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali mengukir prestasi membanggakan di ajang internasional. Dalam Gelora Taekwondo Indonesia Championships (GTIC) II 2026 yang berlangsung pada 19–21 Juni 2026 di GOR UNY, kontingen UMY berhasil membawa pulang dua medali emas dan empat medali perunggu dari berbagai nomor pertandingan.

Kejuaraan bertajuk “Welcome to the Jungle” tersebut diselenggarakan oleh PT Gelora Energi Indonesia dan diikuti lebih dari 3.000 atlet dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara. Berstatus sebagai kejuaraan Grade B International, GTIC II 2026 menjadi ajang bergengsi bagi para atlet taekwondo untuk mengasah kemampuan sekaligus mengukur daya saing di level internasional.

Ketua UKM Taekwondo UMY sekaligus manajer tim, Nindita Anggraeni Eka Rahmawati, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian yang diraih para atlet. Menurut mahasiswa Program Studi Manajemen angkatan 2023 tersebut, hasil ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UMY mampu bersaing dengan atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah bahkan luar negeri.

“Sebagai ketua UKM dan manajer, saya jelas bangga dan puas dengan hasil ini. Kerja keras teman-teman selama latihan akhirnya terbayar. Medali yang diraih menjadi bukti bahwa kami mampu bersaing di level kompetisi yang lebih tinggi,” ujarnya saat diwawancarai, Rabu (24/6).

Dua medali emas UMY dipersembahkan oleh Salma Fauziyah, mahasiswa Program Studi Kedokteran Gigi angkatan 2024, yang menjadi juara pada kategori Poomsae Senior Blue Taegeuk 4 Female, serta Yuftiyannaa Qurrota A’yun Nurmansyah dari Program Studi Teknologi Informasi yang meraih juara pertama pada kategori Kyorugi Senior Over 87 Kilogram.

Sementara itu, empat medali perunggu diraih oleh Rohana Patrizia Putri dari Program Studi Manajemen 2025 dan Dev Aldino Zain dari Teknologi Informasi 2024 pada kategori Professional Poomsae Pair Senior. Medali perunggu lainnya dipersembahkan Reyva Aulia Nursya’bani dari Program Studi Ekonomi Syariah 2025 pada kategori Poomsae Senior Red Taegeuk 6 Female, serta Evan Vijaya Putra dari Program Studi Hukum 2025 pada kategori Kyorugi Senior Under 54 Kilogram.

Nindita menjelaskan, persiapan menuju GTIC II 2026 diawali dengan seleksi internal yang dilakukan pelatih untuk menentukan atlet yang akan mewakili UMY. Setelah itu, para atlet menjalani program latihan intensif yang berfokus pada peningkatan kondisi fisik, pemantapan teknik, serta simulasi pertandingan.

Salah satu program yang dinilai sangat membantu adalah latihan gabungan bersama dojang dan perguruan tinggi lain. Melalui kegiatan tersebut, para atlet dapat merasakan atmosfer kompetisi yang lebih realistis sekaligus menghadapi lawan dengan karakter permainan yang beragam.

“Latihan gabungan sangat membantu membangun mental atlet karena mereka bertemu banyak lawan dengan gaya bertanding yang berbeda. Pengalaman itu membuat mereka lebih siap menghadapi tekanan saat pertandingan berlangsung,” jelasnya.

Meski berhasil meraih hasil membanggakan, perjalanan kontingen UMY tidak lepas dari berbagai tantangan. Dengan jumlah peserta yang mencapai ribuan atlet, suasana kompetisi berlangsung sangat ketat dan penuh tekanan. Tim pelatih dan manajemen harus memastikan kondisi fisik serta mental atlet tetap terjaga agar mampu tampil maksimal.

“Atmosfer pertandingan sangat padat dan menegangkan. Tantangan terbesar adalah menjaga mental atlet agar tidak merasa terintimidasi. Selain itu, mereka juga harus mampu mengendalikan rasa gugup saat menghadapi lawan-lawan kuat dari berbagai daerah dan negara,” katanya.

Menurut Nindita, keberhasilan UKM Taekwondo UMY merupakan hasil dari kedisiplinan, konsistensi, dan kerja sama yang solid antara atlet, pelatih, serta pengurus UKM selama masa persiapan. Dukungan kampus juga menjadi faktor penting yang menunjang pencapaian tersebut, terutama melalui bantuan pendanaan untuk kebutuhan akomodasi dan operasional tim selama mengikuti kejuaraan.

Prestasi di GTIC II 2026 pun menjadi motivasi baru bagi UKM Taekwondo UMY untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan atlet. Nindita berharap capaian tersebut menjadi pijakan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi pada ajang-ajang berikutnya.

“Target kami selanjutnya adalah melakukan evaluasi agar performa atlet semakin matang. Dalam jangka panjang, kami ingin UKM Taekwondo UMY terus melahirkan atlet-atlet berprestasi dan semakin aktif mengikuti kejuaraan internasional lainnya,” tuturnya.

Prestasi ini sekaligus menegaskan komitmen UMY dalam mendukung pengembangan minat, bakat, dan prestasi mahasiswa, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga olahraga. Dengan dukungan yang berkelanjutan, UKM Taekwondo UMY diharapkan terus mengharumkan nama universitas di berbagai ajang nasional maupun internasional.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow