Jawab Tantangan Digital, Tim PkM UAD Gelar Pelatihan VR di SD Muhammadiyah Danunegaran
YOGYAKARTA — Dalam upaya menjawab tantangan edukasi lingkungan di era digital, tim Pengabdian Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar pelatihan di SD Muhammadiyah Danunegaran pada 26-27 Januari 2026.
Kegiatan ini berupa “Pelatihan Penggunaan Media Virtual Reality (VR) Edukatif Pengelolaan Sampah untuk Meningkatkan Keterampilan Problem Solving Siswa Sekolah Dasar Melalui Simulasi Lingkungan”. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi imersif sebagai sarana mengasah keterampilan problem solving siswa sekolah dasar melalui simulasi lingkungan.
Program ini dipimpin langsung oleh Drs. Wahyu Pujiyono, M.Kom., selaku ketua tim, yang menekankan pentingnya integrasi teknologi dalam kurikulum sekolah dasar.
Pelatihan ini menghadirkan rangkaian materi komprehensif yang dimulai dengan paparan dari M. Tolkhah Adityas, Ph.D. mengenai urgensi dan pengelolaan sampah sebagai fondasi guru dalam menanamkan kesadaran ekologis.
Selanjutnya, Drs. Wahyu Pujiyono, M.Kom. mengupas teknis penggunaan media VR sebagai alat peraga modern, di mana para guru diajak mengeksplorasi simulasi virtual reality yang mampu menciptakan pengalaman belajar lebih mendalam dibandingkan metode konvensional.
Tidak kalah pentingnya, Amaliyah Ulfah, M.Pd memfokuskan pada aspek pedagogis melalui strategi problem solving bagi siswa SD, memberikan panduan bagi guru untuk memanfaatkan simulasi VR tersebut dalam memicu logika kritis serta kemampuan siswa mengambil keputusan tepat saat menghadapi permasalahan lingkungan.
Melalui media VR ini, para guru diajarkan untuk memfasilitasi siswa dalam sebuah laboratorium virtual. Di sana, siswa dihadapkan pada skenario penumpukan sampah dan harus mencari Solusi seperti pemilahan dan metode daur ulang yang tepat untuk memulihkan ekosistem digital tersebut.
“Dengan bantuan teknologi VR, guru dapat memberikan tantangan nyata kepada siswa tanpa harus keluar kelas. Ini adalah ruang uji coba bagi anak-anak untuk melatih nalar mereka dalam menyelesaikan masalah lingkungan secara sistematis,” ujar Wahyu Pujiyono di sela-sela kegiatan.
Sinergi antara akademisi UAD dan para praktisi pendidikan ini diharapkan tidak hanya berhenti pada pelatihan teknis, tetapi mampu mengubah kultur belajar di sekolah menjadi lebih inovatif dan berorientasi pada solusi. Dengan guru yang mahir mengoperasikan media VR edukatif, siswa sekolah dasar diharapkan tumbuh menjadi generasi “penyelamat bumi” yang dibekali dengan kecakapan teknologi dan kemampuan berpikir kritis yang mumpuni.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow