UAD Bekali Jamaah Al Innabah Teknik Pengemasan Makanan yang Aman dan Bernilai Jual
YOGYAKARTA — Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melalui Program Studi Teknik Industri menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa penyuluhan pengemasan makanan bagi ibu-ibu Jamaah Al Innabah di Aula TPQ Al Mutaalim, Sabtu (13/6). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengemasan sebagai faktor yang menentukan kualitas, keamanan, sekaligus daya saing produk makanan.
Kegiatan PkM ini diketuai oleh Endah Utami, S.T., M.Sc. dengan anggota Ir. Okka Adiyanto, S.T.P., M.Sc., Ph.D. dan Ir. Farid Ma'ruf, S.T., M.Eng. Sebanyak 15 peserta mengikuti penyuluhan yang menghadirkan Okka Adiyanto sebagai narasumber utama.
Dalam pemaparannya, Okka menjelaskan bahwa kemasan memiliki fungsi yang jauh lebih luas daripada sekadar membungkus produk.
"Kemasan tidak hanya berfungsi melindungi produk dari kerusakan dan kontaminasi, tetapi juga menjadi media komunikasi dengan konsumen. Kemasan yang baik mampu meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus menambah nilai jual produk," ujarnya.
Selama penyuluhan, peserta mendapatkan materi mengenai fungsi kemasan, jenis-jenis bahan kemasan, pemilihan kemasan sesuai karakteristik produk, prinsip kebersihan dan keamanan pangan, hingga pentingnya pelabelan produk.
Sebelum materi disampaikan, peserta mengikuti pretest untuk mengukur tingkat pengetahuan awal mengenai pengemasan makanan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar peserta telah memahami fungsi dasar kemasan sebagai pembungkus, tetapi belum memahami secara menyeluruh perannya dalam menjaga mutu produk, memperpanjang masa simpan, serta meningkatkan daya tarik produk di pasar.
Materi kemudian disampaikan secara interaktif melalui diskusi dan berbagai contoh pengemasan produk makanan rumahan, seperti makanan ringan, kue kering, makanan basah, hingga produk siap konsumsi. Peserta juga berdiskusi mengenai pemilihan kemasan yang aman, menarik, dan ekonomis sesuai kebutuhan usaha skala rumah tangga.
Antusiasme peserta tampak dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi. Berbagai pengalaman peserta dalam mengemas produk makanan turut menjadi bahan pembelajaran bersama sehingga materi yang diberikan lebih mudah dipahami dan aplikatif.
Sebagai evaluasi, peserta kembali mengikuti posttest setelah seluruh materi selesai disampaikan. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman yang cukup signifikan. Nilai rata-rata peserta naik dari 55 pada pretest menjadi 85 pada posttest, atau meningkat 30 poin.
Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa penyuluhan berhasil memperkuat pemahaman peserta mengenai fungsi kemasan sebagai pelindung produk, pentingnya menjaga kebersihan selama proses pengemasan, pemilihan kemasan yang sesuai dengan karakteristik makanan, hingga penyusunan label produk yang informatif.
Menurut Okka, pengemasan merupakan salah satu aspek penting dalam pengembangan usaha makanan rumahan karena mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus memperkuat daya saing di pasar.
"Kami berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam kegiatan sehari-hari maupun dalam pengembangan usaha makanan rumahan. Dengan pengemasan yang lebih baik, produk tidak hanya lebih aman dikonsumsi, tetapi juga memiliki nilai tambah dan peluang pemasaran yang lebih luas," katanya.
Melalui kegiatan ini, UAD terus memperkuat perannya dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat dengan menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan yang dapat diterapkan secara langsung. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat berlanjut melalui pelatihan praktis mengenai desain label, pemilihan kemasan yang tepat, serta strategi pemasaran produk UMKM agar mampu meningkatkan daya saing produk lokal.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow