Tim PkM UAD Bersama Halal Center UAD dan LP4H PWM DIY Edukasi Siswa-Siswi MBS Pleret Terkait Literasi Halal

Tim PkM UAD Bersama Halal Center UAD dan LP4H PWM DIY Edukasi Siswa-Siswi MBS Pleret Terkait Literasi Halal

Smallest Font
Largest Font

BANTUL – Sebagai wujud nyata implementasi tim Pengabdian Masyarakat (PkM) dari Program Studi Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekerjasama dengan Halal Center UAD, Lembaga Pengkajian, Pengawasan dan Pendampingan Produk Halal (LP4H PWM DIY) menyelenggarakan kegiatan edukasi kesehatan dan literasi halal pada santri di Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS) Pleret, Bantul pada 23 Januari 2026.

Kegiatan ini bertujuan membekali santri dengan kemampuan mendeteksi zat berbahaya pada makanan sekaligus memperkenalkan produk halal dan thoyyib sebagai salah satu upaya inisiasi kesadaran halal kepada pondok pesantren.

Kegiatan ini menghadirkan tiga pakar utama Farmasi UAD dan tim LP4H PWM DIY: Prof. Dr. Any Guntarti, M.Si., Apt.; Prof Dr. apt. Nina Salamah, M.Sc., serta Dr. Mustofa Ahda, M.Sc., yang juga merupakan Ketua Ahmad Dahlan Halal Center (ADHC).

Acara dibuka oleh Prof. Dr. Any Guntarti, M.Si., Apt., pakar analisis kimia farmasi senior. Dalam sesi pertama, Prof. Any memaparkan materi bertajuk "Deteksi Sederhana Boraks dan Formalin pada Makanan". Ia menekankan bahwa masyarakat, khususnya santri, harus jeli membedakan bahan tambahan pangan dengan zat kimia industri.

"Formalin dan Boraks adalah zat berbahaya yang sering disalahgunakan. Formalin sejatinya adalah pengawet mayat atau bahan industri, sementara boraks digunakan untuk pembuatan deterjen. Santri harus waspada karena meski dampaknya tidak langsung terasa, akumulasi zat ini dalam jangka panjang dapat merusak organ vital seperti hati dan ginjal," jelas Prof. Any.

Beliau juga membagikan tips visual mengenali makanan yang dicurigai, seperti mie yang terlalu kenyal dan tidak mudah hancur, atau bakso yang memiliki tekstur membal tidak wajar.

Memasuki sesi kedua, suasana menjadi interaktif saat para santri diajak melakukan praktik langsung di bawah bimbingan Prof. Dr. apt. Nina Salamah, M.Sc. Para santri mempraktikkan cara pengecekan kandungan formalin dan boraks menggunakan test kit cepat pada sampel makanan yang diambil dari lingkungan sekolah, seperti bakso dan mie.

Prof. Nina membekali santri dengan keterampilan teknis mulai dari preparasi sampel hingga pengamatan perubahan warna sebagai indikator keberadaan zat kimia berbahaya. "Praktik ini sangat penting agar santri tidak hanya menguasai teori, tetapi memiliki kemandirian dalam memastikan bahwa apa yang mereka konsumsi benar-benar sehat dan aman (thayyiban)," ujar Prof. Nina.

Pada sesi penutup, Dr. Mustofa Ahda, M.Sc., yang juga menjabat Ketua Halal Center UAD menjelaskan bahwa kebutuhan akan generasi muda yang paham mengenai aspek kehalalan dan keamanan pangan sangat tinggi.

"Kami mencari bibit unggul dari pesantren seperti MBS Pleret untuk dididik menjadi generasi masa depan yang kompeten secara ilmu pengetahuan namun tetap teguh secara iman. Ke depan diharapkan, mereka bisa mendalami riset obat-obatan, kosmetik halal, hingga pangan sehat," jelasnya.

Kegiatan ini disambut antusias oleh para santri dan pengelola sekolah. Kepala Sekolah MBS Pleret menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran para pakar dari UAD dan juga perwakilan LP4H PWM DIY.

"Ini adalah pengalaman belajar yang luar biasa. Santri kami tidak hanya mendapatkan ilmu baru tentang keamanan pangan, tetapi juga memiliki gambaran jelas mengenai jenjang karier di bidang kesehatan setelah lulus nanti," ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Seluruh Tim berharap para santri dapat menjadi agen perubahan (agent of change) yang cerdas dalam memilih produk halal dan sehat, sekaligus terinspirasi untuk melanjutkan perjuangan di jalur dakwah melalui berbagai bidang yang akan ditekuni.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow