Seminar Nasional Universitas Ahmad Dahlan Fokuskan Budaya Minim Plastik untuk Masa Depan
YOGYAKARTA — Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sukses menyelenggarakan Seminar Nasional berjudul “Mewujudkan Green Muhammadiyah: Transformasi Budaya Minim Plastik untuk Masa Depan Berkelanjutan”. Melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah dan praktisi penggiat lingkungan berlangsung di Amphiteather Gedung A.R Fachrudin Fakultas Kedokteran kampus 4 UAD (20/5).
Ahmad Ahid Mudayana selaku ketua penyelenggara melaporkan bahwa seminar nasional ini diselenggarasakan kerja sama antara UAD yang dikomandoi Biro Sarana dan Prasarana serta Pusat Studi Energi dan Lingkungan UAD, Majelis Lingkungan Hidup PWM DIY, dan WWF Indonesia yang bekerja sama dalam solusi sirkular berkelanjutan pada pengurangan sampah plastik.
Seminar ini bertujuan untuk memberikan edukasi baru guna menumbuhkan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah, khususnya plastik, sekaligus juga mengenalkan teknologi untuk mengolah sampah plastik tersebut. Acara ini dihadiri oleh sivitas akademika UAD, tenaga kependidikan UAD, Pimpinan Muhammadiyah di tingkat ranting, cabang dan majelis Lingkungan Hidup serta perwakilan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) baik rumah sakit maupun sekolah.
Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, M.T., dalam sambutan pembukaannya menekankan pentingnya komitmen dan kesadaran diri sebagai kunci utama keberhasilan pengelolaan sampah. Hal tersebut harus didukung oleh regulasi pemerintah yang tegas agar penanganan berjalan sistematis dan memiliki landasan hukum di setiap lapisan masyarakat. Selain itu, integrasi teknologi juga berperan penting sebagai solusi taktis menekan volume timbunan sampah.
Seminar ini mendatangkan tiga narasumber yaitu dari unsur pemerintah sebagai pengambil kebijakan hadir Triening Ani Asmarawati, S.T. dari Bapperida DIY, praktisi penggiat komunitas dari Mardiko bapak Maryana, dan Prof. Zahrul Mufrodi sebagai dosen dan peneliti dari UAD.
Triening Ani Asmarawati, S.T. memaparkan kebijakan pemerintah terkait pengelolaan sampah serta peta jalan (roadmap) penanganannya di wilayah DIY. Beliau menegaskan pentingnya peran aktif universitas dalam pengurangan sampah plastik. Mengingat Indonesia merupakan salah satu penghasil sampah plastik terbesar kedua di dunia, kampus diharapkan mampu melahirkan generasi peduli lingkungan sekaligus memelopori riset-riset berkaitan dengan pelestarian alam.
Selanjutnya, Maryana, berbagi wawasan mengenai praktik terbaik (best practices) pengelolaan sampah dalam kehidupan sehari-hari. Beliau menunjukkan bahwa sampah yang kerap dianggap kotor dan kumuh, jika dikelola dengan baik, dapat memberikan dampak ekonomi sirkular yang positif berbasis komunitas.
Dari sudut pandang akademisi, dosen dan peneliti UAD, Prof. Zahrul Mufrodi, memaparkan hasil risetnya dalam pembuatan biodegradable plastic dan upaya sampah plastik diubah atau dikonversi menjadi bahan bakar setara solar melalui inovasi teknologi pirolisis. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa teknologi tidak akan maksimal tanpa adanya kesadaran dan kearifan masyarakat dalam menggunakan plastik. Oleh karena itu, sinergi antara kebijakan, teknologi dan perubahan perilaku menjadi penentu keberhasilan gerakan #uadminimplastik
Melalui seminar ini diharapkan tumbuh berkomitmen untuk mengurangi sampah utamanya sampah plastik dan memberikan dampak nyata di masyarakat. Langkah perubahan ini diharapkan tidak hanya berhenti di internal kampus, tetapi juga meluas ke kantor, sekolah dan lingkungan masyarakat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow