Reog Ponorogo Warnai Pembukaan MASTAMARU 2026 UMPO
PONOROGO — Kesenian Reog Ponorogo mewarnai pembukaan Masa Ta’aruf Mahasiswa Baru (MASTAMARU) Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) pada Selasa (8/9). Selain menampilkan Reog Simo Budi Utomo, pembukaan MASTAMARU 2026 juga diisi aksi Rektor dan Wakil Rektor UMPO memainkan gendang dan angklung.
Agenda yang berlangsung di Expotorium UMPO itu menjadi bagian dari penyambutan mahasiswa baru sekaligus pengenalan budaya lokal Ponorogo. Penampilan Reog Simo Budi Utomo menjadi salah satu sajian yang menarik perhatian mahasiswa baru yang hadir.
Rektor UMPO, Rido Kurnianto menyambut mahasiswa baru dan mengajak mereka menjalani proses pendidikan dengan konsisten. Ia mengibaratkan proses mencapai kesuksesan seperti perjalanan bulan dari fase sabit hingga menjadi bulan purnama.
“Selamat datang anak-anakku yang hebat. Anak-anakku yang sukses di The Reog University,” ujar Rido.
Ia kemudian mengingatkan mahasiswa baru agar membangun kesuksesan melalui langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.
“Mulailah dari hal kecil, mulailah dari hal baik, dan terus-menerus berproses. InsyaAllah anak-anakku akan menjadi orang-orang hebat, orang-orang sukses, yang berguna bagi bangsa, negeri, dan umat yang akan berkemajuan,” katanya.
Pembukaan MASTAMARU kemudian dilakukan secara simbolis melalui penabuhan gendang dan permainan angklung oleh Rektor bersama Wakil Rektor UMPO. Gendang dimaknai sebagai simbol irama yang menyatukan semangat dan langkah civitas akademika dalam memasuki tahun akademik baru.
Sementara itu, permainan angklung secara bersama-sama menggambarkan pentingnya kebersamaan dan kerja sama. Setiap instrumen menghasilkan nada yang berbeda, tetapi membentuk harmoni ketika dimainkan secara bersama.
Kehadiran Reog Simo Budi Utomo juga menjadi sarana bagi mahasiswa baru untuk mengenal kesenian khas Ponorogo. Mahasiswa yang datang dari berbagai daerah diperkenalkan pada salah satu identitas budaya yang melekat dengan daerah tempat mereka menempuh pendidikan.
Dengan demikian, pembukaan MASTAMARU 2026 tidak hanya menjadi agenda penyambutan mahasiswa baru, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan budaya lokal melalui kesenian Reog serta simbol kebersamaan yang ditampilkan melalui gendang dan angklung.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow