Dosen UMJT Jadi Narasumber Workshop Literasi Numerasi di SMAN Mejayan

Dosen UMJT Jadi Narasumber Workshop Literasi Numerasi di SMAN Mejayan

Smallest Font
Largest Font

MADIUN — Dosen Program Studi Biokewirausahaan Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT), Irfan Miftakhul Fauzi, M.P., menjadi narasumber dalam Workshop Literasi Numerasi di SMAN Mejayan, Kabupaten Madiun, Kamis (10/9). Workshop tersebut mengangkat tema “Mengatur Keuangan pada Remaja”. Kegiatan tidak hanya memberikan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, tetapi juga mengajak siswa berlatih menyusun rencana keuangan secara sederhana.

Dalam sesi praktik, siswa diberikan lembar kerja untuk membuat pos anggaran selama satu bulan. Mereka diminta mengelompokkan pengeluaran berdasarkan kebutuhan, keinginan, tabungan, serta sedekah atau dana cadangan.

Menurut Irfan, latihan tersebut penting untuk membiasakan siswa mengambil keputusan keuangan secara tepat dan bijak sejak usia remaja.

“Supaya para siswa ini terlatih untuk bisa membuat keputusan yang tepat dan bijak dalam menggunakan uang di usia remaja,” ujar Irfan yang juga Kaprodi Biokewirausahaan UMJT.

Ia menjelaskan, kemampuan mengatur keuangan sejak remaja dapat menjadi bekal bagi siswa, baik selama menempuh pendidikan di sekolah maupun ketika melanjutkan studi ke perguruan tinggi.

Kemampuan tersebut juga penting agar siswa mampu menjaga keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran. Dengan perencanaan yang baik, mereka diharapkan tidak terbiasa melakukan aktivitas keuangan dengan pengeluaran yang lebih besar daripada pemasukan.

“Siswa diajak untuk berlatih membuat rencana keuangan yang isinya itu didiskusikan dengan pemateri,” jelas Irfan.

Proses pembelajaran berlangsung secara interaktif. Siswa tidak hanya menyusun rencana anggaran, tetapi juga dapat mendiskusikan hasilnya secara langsung bersama pemateri.

Pada akhir kegiatan, siswa mengikuti kuis untuk mengevaluasi sejauh mana materi workshop dapat dipahami. Evaluasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari pengukuran pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan.

Irfan mengatakan, antusiasme siswa terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama kegiatan, terutama terkait penentuan pos anggaran.

“Mereka aktif bertanya terutama mengenai ketepatan dalam penentuan pos anggaran yang telah dibuat. Banyak yang minta dicek satu per satu, pos anggarannya sudah sesuai belum,” ungkapnya.

Melalui workshop tersebut, siswa diharapkan tidak hanya memahami konsep literasi numerasi, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pengalaman menyusun anggaran sederhana diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan mengelola keuangan secara bertanggung jawab sejak remaja.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow