Tim PKM UAD Berdayakan Tukang Becak Pabelan dengan Becak Listrik Ramah Lingkungan
YOGYA – Universitas Ahmad Dahlan (UAD) meluncurkan program Pemberdayaan Pengayuh Becak melalui Teknologi Becak Listrik Ergonomis dan Ramah Lingkungan. Program ini ditujukan bagi anggota Paguyuban Abang Becak Ahmad Dahlan (Pabelan) dengan menghadirkan becak listrik sekaligus pelatihan pengoperasian, perawatan, dan peningkatan layanan (service excellent).
Selain pengadaan unit becak listrik, program ini juga didukung fasilitas charging station ramah lingkungan yang ditempatkan di area parkir Gedung Dakwah PP Muhammadiyah, Jalan KH Ahmad Dahlan, Yogyakarta. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat menjamin keberlanjutan operasional becak listrik.
Program ini dirancang untuk menjawab berbagai persoalan yang dihadapi tukang becak. Becak konvensional menimbulkan kelelahan fisik yang tinggi, sementara becak bermotor menambah polusi udara dan kebisingan. Kehadiran becak listrik menjadi solusi yang lebih hemat energi, ramah lingkungan, mudah dioperasikan, serta dapat meningkatkan efisiensi kerja. Dengan demikian, penghasilan pengayuh becak diharapkan ikut meningkat melalui pelayanan yang lebih cepat dan nyaman bagi penumpang.
Selain aspek ekonomi, program ini juga berorientasi pada pelestarian becak sebagai ikon budaya yang tetap relevan di era modern. Becak listrik diposisikan sebagai transportasi berkelanjutan yang mendukung program pemerintah dalam transisi menuju energi bersih dan ramah lingkungan.
Pelaksanaan program melibatkan tim dosen dan mahasiswa UAD, yaitu Dr. Ir. Tri Budiyanto, MT., Dra. Sudarmini, M.Pd., dan Muhammad Faishal, S.T., M.Eng., Ph.D., dengan dukungan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah. Tahapan program dimulai sejak Juni 2025 dengan persiapan, dilanjutkan implementasi pada Juli–September, serta evaluasi dan pendampingan pada Agustus–November 2025.
Kegiatan meliputi perakitan becak listrik bekerja sama dengan pabrikan lokal, pelatihan pengoperasian dengan menekankan aspek keselamatan dan efisiensi baterai, serta perawatan dasar mencakup pengecekan motor listrik, baterai, sistem rem, ban, dan kelistrikan. Pengelolaan charging station dilakukan bersama komunitas tukang becak dengan sistem iuran untuk biaya operasional.
Program ini didanai oleh DPPM–Kemdiktisaintek (PKM) melalui SP DIPA-139.04.1.693320/2025. Melalui inisiatif ini, UAD berharap para tukang becak dapat memperoleh manfaat langsung berupa peningkatan kesejahteraan, efisiensi kerja, serta pengalaman baru dalam penggunaan teknologi transportasi ramah lingkungan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow