Wujudkan Sekolah Hijau, Tim Pengabdian Masyarakat Teknik Industri UAD Edukasi Siswa SMP Muhdasa Yogya

Wujudkan Sekolah Hijau, Tim Pengabdian Masyarakat Teknik Industri UAD Edukasi Siswa SMP Muhdasa Yogya

Smallest Font
Largest Font

YOGYAKARTA — Sebanyak 22 siswa kelas 8B SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta (Muhdasa) mendapatkan edukasi khusus mengenai pengelolaan limbah pada Senin (5/1). Namun, ada yang berbeda dalam sosialisasi kali ini, selain membahas sampah secara umum, tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) Teknik Industri Universitas Ahmad Dahlan (UAD) secara khusus menyoroti bahaya laten sampah elektronik atau e-waste.

Kegiatan yang didukung dan didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UAD ini, menekankan pada pentingnya memahami e-waste, mengingat limbah jenis ini banyak dihasilkan di era digital. Harapannya generasi muda memahami dengan baik tentang seluk-beluk dan hal-hal yang terkait e-waste.

Di awal pertemuan, Reni Dwi Astuti,M.T. selaku anggota tim memberikan pengantar mengenai materi yang akan disampaikan serta pentingnya materi tersebut. Dalam sesi pertama materi, salah satu anggota tim, M. Faisal, Ph.D, menjelaskan berbagai jenis limbah yang dihasilkan dari rumah tangga berikut mekanisme pengelolaan yang tepat.

Sesi kedua dijelaskan tentang e-waste, dampak, dan cara pengelolaannya. E-waste merupakan limbah yang terdiri dari alat-alat dan komponen elektronik, baterai bekas, kabel pengisi daya, komponen smartphone, dan sebagainya. Limbah jenis ini berpotensi mengandung limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracum), sehingga tidak boleh dibuang sembarangan bersama sampah rumah tangga biasa.

"Banyak yang belum menyadari bahwa sampah elektronik mengandung logam berat seperti merkuri, timbal, dan kadmium. Jika hanya dibuang ke tempat sampah umum, zat beracun ini bisa merembes ke tanah dan mencemari sumber air, sehingga merusak ekosistem bahkan bisa berbahaya bagi kesehatan manusia, kerusakan sistem saraf, gangguan organ dalam, maupun resiko kanker,” jelas Annie Purwani, ketua tim pengabdian.

Selain materi, tim juga membuka sesi tanya jawab dan pemberian kuis berhadiah bagi yang mendapatkan nilai tertinggi. Kuis dipimpin oleh tim PkM dari mahasiswa yaitu Tsabit, Bangkit, dan Aldo. Selain itu, para siswa diajak mengenali barang-barang di sekitar mereka yang termasuk kategori e-waste yang sering luput dari perhatian.

Kepala SMP Muhdasa, Esti Priyantini, S.S.,M.Pd.BI, menyambut baik edukasi spesifik mengenai e-waste ini.

"Pengetahuan tentang sampah elektronik ini sangat relevan bagi anak-anak zaman sekarang yang tidak lepas dari gadget. Kami berterima kasih kepada tim pengabdian karena telah memberikan wawasan baru bagi siswa kami," tuturnya. Program ini sangat sesuai dengan visi Muhdasa, yaitu: ”Membentuk Generasi Qur’ani Yang Bertalenta, Berkemajuan, dan Bijak Terhadap Lingkungan.”

Tim pengabdian berharap, dengan jumlah peserta yang terbatas namun intensif ini, para siswa dapat menjadi "agen lingkungan" atau bagi teman-teman sebaya dan keluarga mereka. Para siswa kelas 8B juga diajak untuk mulai memisahkan sampah elektronik di rumah dan menyalurkannya ke titik pengumpulan khusus atau pihak yang memiliki otoritas pengolahan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow