PKM UNISA Yogyakarta Dorong Ketahanan Pangan Keluarga melalui Budidaya Lele Galon
BANTUL — Puluhan anggota Pimpinan Cabang 'Aisyiyah (PCA) Kasihan mengikuti kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang diselenggarakan Universitas 'Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta di SMA Muhammadiyah Kasihan, Sabtu (19/9). Kegiatan ini mengusung pelatihan budidaya ikan lele menggunakan galon air bekas sebagai inovasi praktis dan hemat lahan untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Program tersebut digagas tim PKM UNISA Yogyakarta yang diketuai Dr. Yuli Isnaeni. Dalam sambutannya, Yuli menekankan pentingnya membangun kemandirian pangan dari lingkungan keluarga sekaligus membuka peluang pemanfaatan hasil budidaya untuk mendukung distribusi pangan bergizi di wilayah Kasihan.
"Melalui pelatihan ini, kami ingin memberikan solusi nyata yang ramah lingkungan dan mudah diterapkan di pekarangan rumah. Budidaya lele galon tidak memerlukan lahan luas, namun berdampak besar bagi ketersediaan gizi keluarga, dan ke depannya dapat menyupport bahan baku untuk makan bergizi gratis di SPPG 'Aisyiyah Kasihan," ujar Dr. Yuli Isnaeni.
Ketua PCA Kasihan, Noviatiningsih Sugiarti, menyambut baik program tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara PCA Kasihan dan UNISA Yogyakarta. Dalam kegiatan itu, Noviatiningsih juga menerima secara simbolis bantuan sarana budidaya yang diserahkan tim PKM UNISA Yogyakarta.
"Bantuan ini bukan sekadar paket budidaya, melainkan modal keberlanjutan bagi anggota PCA Kasihan. Kami berkomitmen untuk memelihara dan mengembangkannya secara optimal," kata Noviatiningsih.
Untuk memberikan pemahaman teknis kepada peserta, panitia menghadirkan pakar perikanan dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Muhammad Prima Putra. Ia memaparkan berbagai teknik budidaya lele, mulai dari pemeliharaan, pengelolaan kualitas air, hingga manajemen pemberian pakan agar ikan dapat tumbuh optimal dan dipanen dalam waktu yang relatif singkat.
Dalam kegiatan tersebut, tim PKM juga menyerahkan puluhan paket budidaya lele galon kepada peserta. Setiap paket dirancang agar dapat langsung digunakan di rumah masing-masing. Paket tersebut antara lain berisi ratusan ekor benih lele, prebiotik, pakan lele, dan perlengkapan pendukung lainnya.
Program ini dirancang tidak berhenti pada pelatihan, tetapi berlanjut hingga tahap pemanenan dan pemanfaatan hasil. Ikan lele diperkirakan siap dipanen sekitar delapan minggu setelah dibudidayakan.
Hasil panen nantinya diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga peserta, tetapi juga dapat menjadi salah satu sumber bahan pangan bergizi untuk mendukung kegiatan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 'Aisyiyah Kasihan 1.
Melalui program tersebut, anggota PCA Kasihan diharapkan mampu menjadi pionir dalam membangun ketahanan pangan keluarga sekaligus mengembangkan potensi ekonomi berbasis komunitas.
Ke depan, program ini juga diharapkan mendorong terbentuknya Kelompok Tani 'Aisyiyah Kasihan sebagai wadah bersama untuk mengembangkan potensi pertanian dan pangan di wilayah Kasihan, Bantul.
What's Your Reaction?
-
1
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow