Dosen Ekonomi Pembangunan UAD Dampingi UMKM Bantul Go Digital

Dosen Ekonomi Pembangunan UAD Dampingi UMKM Bantul Go Digital

Smallest Font
Largest Font

BANTUL — Tim dosen Ekonomi Pembangunan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan digitalisasi administrasi keuangan bagi pelaku UMKM di Bantul. Kegiatan ini menyasar peningkatan kapasitas manajemen keuangan dan persediaan usaha, yang selama ini masih menjadi tantangan bagi banyak pelaku UMKM, khususnya di sektor makanan.

Tim pengabdian yang terdiri dari Dr. Suripto, Nurul Azizah Az Zakiyyah, S.E., M.Sc., Firsty Ramadhona Amalia Lubis, S.E., M.Ec.Dev., Lestari Sukarniati, S.E., M.Si., serta Lusmino Basia, S.E., M.Sc., M.Ak., Ak., menilai bahwa pesatnya perkembangan UMKM belum sepenuhnya diiringi dengan pengelolaan administrasi yang baik.

“Banyak pelaku UMKM mengalami kesulitan dalam memantau sirkulasi barang, menghitung stok, hingga menentukan keuntungan dan kewajiban pajak. Padahal, aspek ini sangat menentukan keberlanjutan usaha,” ujar Dr. Suripto dalam keterangannya.

Kegiatan ini dilaksanakan di UMKM Berlyan Food yang berlokasi di Jl. Jogoripon, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Berlyan Food dikenal sebagai penyedia bahan kue, minuman, serta berbagai bumbu, baik produk lokal maupun impor, yang telah menjadi pemasok bagi sejumlah kafe di Yogyakarta.

Pemilik Berlyan Food, Atmini Yulianti, mengakui bahwa sebelum pelatihan, pengelolaan keuangan dan persediaan masih dilakukan secara sederhana. “Kami sering kesulitan mengetahui stok secara pasti dan menghitung keuntungan secara rinci. Dengan pelatihan ini, kami mulai memahami pentingnya sistem digital dalam usaha,” ungkapnya.

Kegiatan yang berlangsung pada 23 dan 25 April 2026 ini diawali dengan diskusi untuk mengidentifikasi kondisi usaha dan kendala yang dihadapi. Selanjutnya, tim memberikan pelatihan kepada pemilik dan karyawan melalui metode presentasi, diskusi, dan simulasi praktik.

Materi yang disampaikan meliputi teknik pengelolaan bisnis retail serta audit laporan keuangan. Dalam sesi pertama, peserta diperkenalkan pada pentingnya penataan layout usaha untuk menarik konsumen, strategi meningkatkan loyalitas pelanggan, serta digitalisasi persediaan guna memudahkan kontrol stok.

Sementara itu, pada sesi audit laporan keuangan, peserta diberikan pemahaman tentang manfaat audit dalam meningkatkan kepercayaan lembaga keuangan, membuka peluang mengikuti tender, serta memperbaiki tata kelola usaha. “Audit keuangan bukan hanya untuk perusahaan besar. UMKM juga sangat membutuhkan agar usahanya lebih transparan, akuntabel, dan mudah berkembang,” jelas Nurul Azizah Az Zakiyyah.

Lebih lanjut, tim pengabdian tidak berhenti pada pelatihan semata. Pendampingan berkelanjutan akan terus dilakukan untuk membantu menyelesaikan persoalan teknis yang mungkin muncul dalam penerapan sistem digital tersebut.

“Pendampingan ini penting agar UMKM tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara konsisten dalam operasional sehari-hari,” tambah Lusmino Basia.

Dengan adanya pelatihan dan pendampingan ini, diharapkan Berlyan Food mampu meningkatkan omzet, memperluas jaringan pelanggan, serta menyerap lebih banyak tenaga kerja. Selain itu, program ini juga diharapkan menjadi model pemberdayaan UMKM berbasis digital yang dapat direplikasi pada pelaku usaha lainnya.

“Harapan kami, langkah ini dapat menjadi inspirasi bagi UMKM lain untuk bertransformasi secara digital, sehingga mampu bersaing dan bahkan menjadi unggul di tengah persaingan pasar yang semakin ketat,” pungkas tim pengabdian.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    1
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow