Kampus

Kampus

MediaMU.COM

Jun 25, 2024
Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

UAD dan MCCC DIY Gagas Program UAD Peduli: Oksigen untuk Kemanusiaan

Penyerahan oksigen secara simbolis oleh UAD Peduli. Sumber: YouTube/Universitas Ahmad Dahlan

BANTUL Persediaan oksigen di beberapa rumah sakit di DIY dan beberapa daerah lain kian menipis. Kelangkaan oksigen menjadi kendala dalam penanganan pasien.

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekerjasama dengan Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) PWM DIY menggagas program “UAD Peduli: Oksigen Untuk Kemanusiaan”. Program ini dibentuk dalam rangka memberikan oksigen untuk beberapa rekanan rumah sakit di DIY.

Acara penyerahan oksigen secara simbolis dilaksanakan di Hall Kampus Utama UAD, Selasa (27/7) dan disiarkan secara streaming melalui akun youtube UAD.

Ketua Tim UAD Peduli, Dr. Zahrul Mufrodi, S.T., dalam sambutannya mengatakan, “Civitas akademika bekerjasama dengan MCCC DIY dan juga beberapa CSR, Pertamina, dan Ikatan Alumni Kimia UNDIP bersatu padu untuk mengurai masalah oksigen yang sedang langka ini. Di periode pertama ini kita mendapatkan 105 tabung dengan kapasitas 6 meter kubik. Insya Allah hal ini akan terus kita lakukan.”

Ia berharap, ke depan seluruh pihak bahu-membahu untuk dapat mengurai masalah ini, sehingga pasokan oksigen terutama untuk daerah-daerah di sekitar Yogyakarta bisa diatasi.

Rektor UAD, Dr. Mukhlas, M.T., mengatakan, selama hampir 2 tahun pandemi, UAD telah melaksanakan banyak kegiatan terkait dengan keikutsertaannya dalam menanggulangi berbagai permasalahan terkait penyebaran Covid-19.

Hal pertama di lakukan adalah membentuk Satgas Covid-19, kemudian membentuk Tim Peduli Covid-19 untuk menghimpun dana dan sumber daya lain selanjutnya didistribusikan sebagai bantuan kepada masyarakat terdampak Covid-19 dan khususnya untuk civitas akademika UAD.

Dalam aspek akademik, melakukan banyak mitigasi di lingkungan masyarakat terutam menerjunkan atau membentuk tim untuk menanggulangi proses-proses pendidikan agar terus berlangsung di daerah terpencil. Di antaranya adalah membangun Radio Komunitas untuk mendukung proses pembelajaran, selain itu menerbitkan tidak kurang 10 buku disusun para guru besar di lingkungan UAD terkait proses pembelajaran di masa-masa pandemi ini.

UAD juga bekerjasama dengan PWM DIY melaksanakan vaksinasi secara masal. Serta membangun shelter lima lantai dengan kapasitas 98 yang dapat diakses oleh civitas akademika dan masyarakat umum. “Terbaru ini kita sedang menyiapkan bangsal virtual yang memberikan layanan kepada masyarakat yang sedang menjalani isolasi mandiri. Terakhir, kepedulian UAD terhadap program oksigen untuk kemanusiaan ini,” lanjut Mukhlas.

Ia berharap, oksigen yang akan didistribusikan ini melalui MCCC PWM DIY dapat memenuhi fungsinya membantu masyarakat yang membutuhkan di tengah-tengah kelangkaan oksigen dan bisa berlangsung selama kekurangan oksigen masih ada.

Drs. Gita Danu Pranata, S.E., M.M, Ketua PWM DIY, mengatakan bahwa oksigen adalah kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia. Dalam kondisi normal, Allah memberikan secara gratis tanpa kesulitan apapun juga. “Tapi kini kita sedang diuji untuk bagaimana bisa memenuhi kebutuhan saudara-saudara yang memerlukan terkait dengan oksigen ini,” katanya.

PWM DIY memberikan apresiasi kepada UAD dan rekanan terkait dengan program UAD Peduli khususnya berpartisipasi dalam menghadapi kelangkaan oksigen.

Menurut Gita, ini adalah karakter persyarikatanMuhammadiyah yang sudah berjalan 112 tahun mengabdi untuk negeri, yaitu membantu menyelesaikan berbagai masalah keumatan.

Pada periode pertama ini sebanyak 5 (lima) rekanan yang akan menerima oksigen, yaitu RS PKU Muhammadiyah Bantul, RS PKU Muhammadiyah Kotagede, RS PKU Muhammadiyah Pakem, RS Universitas Ahmad Dahlan, dan AmbulanMu DIY. (*)

Wartawan: Nizam Zulfa
Editor: Robby H. Abror

Comment

Your email address will not be published

There are no comments here yet
Be the first to comment here