Mahasiswa UMS Raih Emas di Kejuaraan Asia Pencak Silat 2026
DONG NAI — Atlet Tapak Suci sekaligus mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Kirana Tias Savira, berhasil meraih medali emas pada 10th Asian Pencak Silat Championship 2026 yang berlangsung di Dong Nai, Vietnam, pada 15–23 Juli 2026. Prestasi tersebut turut mengantarkan kontingen Indonesia meraih Juara Umum II dengan perolehan enam medali emas, empat medali perak, dan sembilan medali perunggu.
Kirana menjadi satu-satunya atlet UMS yang dipercaya memperkuat Tim Nasional Pencak Silat Indonesia dalam kejuaraan tersebut. Dari enam medali emas yang diraih Indonesia, satu di antaranya dipersembahkan oleh atlet asal Klaten itu.
Pelatih Tim Nasional Pencak Silat Indonesia sekaligus dosen UMS, Nur Subekti, mengatakan keberhasilan Kirana merupakan hasil pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan sejak awal ia menjadi mahasiswa melalui jalur Beasiswa Prestasi.
Menurutnya, Kirana masuk dalam pantauan tim nasional setelah menjuarai dua kejuaraan nasional secara berturut-turut, yakni Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) di UMS dan Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri di Kudus.
"Kirana memang menjadi salah satu atlet muda yang masuk dalam pantauan tim nasional. Dasar pemanggilannya karena berhasil menjuarai dua event nasional secara beruntun, yaitu POMNAS yang saat itu diselenggarakan di UMS dan PON Bela Diri di Kudus," ujar Nur Subekti, sebagaimana dikutip dari siaran pers yang diterima redaksi, Senin (27/7).
Ia menjelaskan, persiapan menuju Kejuaraan Asia telah dilakukan jauh sebelum keberangkatan. Selama menjalani pendidikan di UMS, Kirana memperoleh pembinaan yang menggabungkan pengembangan akademik dan prestasi olahraga.
"Sejak semester pertama kami sudah menyiapkan Kirana agar prestasinya tetap konsisten. Di Vietnam ini merupakan debutnya di level Asia. Alhamdulillah penampilannya sesuai harapan," katanya.
Nur Subekti mengungkapkan, tantangan terberat dihadapi Kirana pada pertandingan pembuka saat harus melawan atlet tuan rumah Vietnam, yang dikenal sebagai salah satu kekuatan pencak silat di Asia. Meski bertanding di bawah tekanan pendukung lawan, Kirana mampu menjalankan strategi yang telah disiapkan tim pelatih hingga meraih kemenangan.
Ia juga menyebut Indonesia tidak menurunkan skuad penuh pada kejuaraan tersebut, tetapi tetap mampu finis sebagai Juara Umum II.
"Tuan rumah tentu ingin menjadi juara umum. Sementara Indonesia hanya mengirim atlet-atlet potensial, bukan full team. Alhamdulillah kita tetap berhasil menjadi Juara Umum II. Dari enam medali emas Indonesia, UMS menyumbangkan satu emas dari satu-satunya atlet yang kami kirim," jelasnya.
Bagi Kirana, medali emas tersebut menjadi pencapaian yang paling berkesan karena merupakan penampilan pertamanya di tingkat Asia.
"Jadi pasti sempat grogi dan banyak tekanan. Tapi saya bersyukur bisa mewakili Indonesia dan menyumbangkan medali emas," ujarnya.
Keberhasilan itu semakin memotivasinya untuk menatap kompetisi berikutnya. Ia berharap dapat kembali dipercaya membela Indonesia pada Kejuaraan Dunia maupun SEA Games.
"Harapannya bisa kembali mewakili Indonesia di World Championship atau SEA Games," kata Kirana.
Perjalanan Kirana sebagai atlet dimulai sejak duduk di bangku sekolah dasar melalui kegiatan ekstrakurikuler Tapak Suci. Ia kemudian mengikuti berbagai kompetisi, bergabung dengan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP), hingga akhirnya menjadi mahasiswa UMS melalui Beasiswa Prestasi dan menembus Tim Nasional Indonesia.
Di balik prestasi tersebut, Kirana mengaku harus membagi waktu antara latihan, perkuliahan, keluarga, dan kehidupan sosial. Ia juga menilai setiap kekalahan menjadi bagian dari proses belajar sebagai atlet.
Kepada atlet muda, Kirana berpesan agar tidak menjadikan kegagalan sebagai akhir dari perjuangan.
"Harus selesai dulu dengan diri sendiri. Setelah itu bangkit lagi dan memperbaiki mindset supaya semangat untuk latihan dan bertanding kembali," pesannya.
Sementara itu, Nur Subekti menyebut prestasi di Vietnam membuka peluang lebih besar bagi Kirana untuk melanjutkan kiprah di level internasional. Saat ini, nama Kirana telah masuk dalam proyeksi pemusatan latihan nasional (Pelatnas) jangka panjang sebagai kandidat atlet Indonesia untuk World Championship 2026 dan dipersiapkan menuju SEA Games 2027.
"Setelah berhasil menjadi juara di beberapa event, termasuk Kejuaraan Asia ini, Kirana menjadi kandidat atlet yang dipanggil mengikuti Pelatnas jangka panjang. Namanya sudah masuk daftar untuk seleksi World Championship 2026 dan diproyeksikan menuju SEA Games 2027," ujar Nur Subekti.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow