BEM PTMAI Zona IV Siap Sambut 1.000 Peserta Silatnas dari 165 PTMA Se-Indonesia

BEM PTMAI Zona IV Siap Sambut 1.000 Peserta Silatnas dari 165 PTMA Se-Indonesia

Smallest Font
Largest Font

SURAKARTA — Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Indonesia (BEM PTMAI) Zona IV Jawa Tengah–Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah Silaturahmi Nasional (Silatnas) BEM PTMAI se-Indonesia. Agenda ini akan berlangsung pada 29–31 Oktober 2026 di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Silatnas tersebut diproyeksikan diikuti sekitar 1.000 peserta dari 165 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia. Selain menjadi ajang silaturahmi dan konsolidasi gerakan mahasiswa, agenda ini juga akan diisi Kongres Nasional sebagai forum tertinggi organisasi serta pemilihan Koordinator Presidium Nasional (Koorpresnas) BEM PTMAI se-Indonesia.

Presidium Nasional BEM PTMAI Zona IV, Yoga Dwi Yuwono, mengungkapkan bahwa menjadi tuan rumah bukan sekadar tanggung jawab dalam menyelenggarakan kegiatan. Lebih dari itu, kesempatan ini menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, menyatukan gagasan, dan membangun kolaborasi antarlembaga mahasiswa dari berbagai daerah.

“BEM PTMAI Zona IV berkomitmen untuk menggembirakan Silatnas melalui penyambutan yang hangat, suasana yang inklusif, serta semangat kebersamaan yang mencerminkan nilai persaudaraan dan gerakan mahasiswa berkemajuan,” ungkapnya.

Di sisi lain, Kongres Nasional dan pemilihan Koorpresnas menjadi bagian penting dari dinamika demokrasi organisasi. Forum tersebut diharapkan berlangsung secara demokratis dengan menjunjung tinggi musyawarah serta menghasilkan kepemimpinan nasional yang mampu merawat keberagaman dan memperkuat arah gerakan BEM PTMAI ke depan.

Yoga menilai, Silatnas dan Kongres Nasional tidak boleh berhenti sebagai agenda silaturahmi maupun pergantian kepemimpinan. Forum ini juga diharapkan melahirkan rekomendasi dan rumusan solusi kebijakan untuk menjawab berbagai persoalan bangsa.

Melalui pertukaran gagasan, kajian kritis, dan konsolidasi lintas kampus, mahasiswa diharapkan mampu menyuarakan aspirasi masyarakat sekaligus menawarkan gagasan konstruktif bagi perbaikan kebijakan publik.

Berbagai persoalan strategis, mulai dari pendidikan, kesejahteraan rakyat, ketimpangan sosial, hingga demokrasi dan tata kelola pemerintahan, dapat menjadi bahan pembahasan untuk merumuskan sikap dan rekomendasi bersama.

Dengan demikian, hasil kongres diharapkan tidak hanya menjadi dokumen organisasi, tetapi juga menjadi pijakan bagi langkah advokasi dan kontribusi nyata gerakan mahasiswa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

BEM PTMAI Zona IV berharap seluruh delegasi tidak hanya hadir untuk menjalankan agenda organisasi, tetapi juga membawa semangat persatuan dan komitmen bersama dalam membangun gerakan mahasiswa yang kritis, kolaboratif, serta bertanggung jawab terhadap berbagai persoalan bangsa.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    1
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow