FK UAD dan PERSADA Perkuat Sinergi dengan Orang Tua Mahasiswa Angkatan 2026
YOGYAKARTA — Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan (FK UAD) memperkuat sinergi dengan orang tua/wali mahasiswa melalui Pertemuan Orang Tua/Wali Mahasiswa Angkatan 2026 yang digelar secara hybrid di Ruang Amphiteater B Lantai 7, Gedung KH AR Fachrudin FK UAD. Pertemuan ini menjadi sarana silaturahmi sekaligus upaya menyelaraskan dukungan pendidikan akademik dan pembentukan karakter mahasiswa bersama Pesantren Mahasiswa KH. Ahmad Dahlan (PERSADA).
Pertemuan tersebut dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik dan Wakil Rektor Bidang Keuangan, Kehartabendaan, dan Administrasi Umum (KKAU) UAD, Dekan dan Ketua Program Studi FK UAD beserta jajaran, Mudir PERSADA, Kepala Asrama, serta orang tua/wali mahasiswa angkatan 2026.
Dekan FK UAD, dr. M. Junaidy Heriyanto, Sp.B., FINACS., dalam sambutannya menjelaskan kekhasan pendidikan dokter UAD yang berfokus pada bidang kesehatan dan kebencanaan. Pendidikan tersebut juga diperkuat dengan integritas keislaman melalui program Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).
Sementara itu, Prof. Ir. Sunardi, S.T., M.T., Ph.D., mengajak orang tua/wali mahasiswa untuk turut mendukung proses pendidikan anak-anak mereka. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan keluarga penting untuk mengoptimalkan perkembangan akademik sekaligus membentuk karakter mahasiswa.
Dalam sesi pemaparan akademik, dr. Nuni Ihsana, M.Biomed., menjelaskan gambaran umum kurikulum dan program pendidikan FK UAD. Fakultas ini berdiri pada 13 Desember 2017 dan memiliki profil lulusan yang dirangkum dalam akronim TAUHID, yakni True Muslim, Advocator, Ultimate Manager, Healthcare Provider, Innovator, dan Disaster Manager.
Pendidikan dokter di FK UAD terdiri atas jenjang sarjana dan profesi. Pada jenjang sarjana, mahasiswa menjalani fase kedokteran dasar yang berkolaborasi dengan PERSADA, kemudian melanjutkan ke fase transisi kedokteran klinis setelah menyelesaikan program di PERSADA. Adapun pendidikan profesi dilaksanakan melalui fase rotasi klinis.
Informasi mengenai struktur materi dan blok pembelajaran dapat diakses melalui laman resmi FK UAD di fk.uad.ac.id.
Pemaparan tersebut memberikan gambaran kepada orang tua mengenai tahapan pendidikan yang akan ditempuh mahasiswa, termasuk integrasi pembelajaran akademik dengan pembinaan karakter selama masa studi.
Selain aspek akademik, pertemuan ini menekankan pentingnya peran keluarga dalam mendampingi pendidikan dan pembentukan kepribadian mahasiswa. Mudir PERSADA mengingatkan bahwa tanggung jawab orang tua tidak berhenti pada upaya mempersiapkan masa depan profesi anak, tetapi juga mencakup pembinaan spiritual dan akhlaknya.
Ia mengutip hadis Nabi Muhammad ﷺ, “Kullukum ra'in wa kullukum mas'ulun 'an ra'iyyatih,” yang berarti setiap orang adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.
“Jangan sampai kita begitu sibuk mempersiapkan masa depan profesi anak, namun lupa mempersiapkan masa depan akhiratnya,” pesan Mudir PERSADA.
Pesan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan mahasiswa tidak hanya diukur dari capaian akademik dan kompetensi profesional, tetapi juga dari kematangan spiritual, akhlak, serta tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.
Pengalaman mengikuti pembinaan di PERSADA turut dibagikan Khalid Fakhruddin, alumni PERSADA angkatan 2025. Ia menceritakan pengalamannya selama mengikuti program pesantren mahasiswa, mulai dari capaian akademik hingga pembiasaan ibadah dan penguatan karakter.
Khalid mengungkapkan bahwa dirinya berhasil meraih IPK 3,8, mencapai target hafalan 42 hadis, serta tetap aktif melakukan murajaah hafalan Al-Qur'an 30 juz.
Menurutnya, PERSADA memberikan banyak manfaat melalui pola pembinaan yang tegas, tetapi tetap mengedepankan empati dan simpati.
“Tegas, tetapi tidak memaksa,” ungkapnya saat menggambarkan pendekatan pembinaan yang membantunya membangun karakter secara berkelanjutan.
Ia juga menilai program pembelajaran yang ditempuh selama satu tahun dapat membantu meringankan beban perkuliahan pada semester berikutnya. Selain itu, kehidupan bersama selama satu tahun turut memperkuat ikatan persaudaraan antarmahasiswa.
Pembatasan jam malam juga dinilainya positif karena membantu mahasiswa membangun kedisiplinan dan mengelola waktu dengan lebih baik. Dalam mengatur waktu belajar, Khalid mengaku terinspirasi oleh sosok B.J. Habibie.
Pengalaman tersebut memberikan gambaran kepada orang tua mengenai kontribusi pembinaan di PERSADA dalam mendukung keseimbangan antara pencapaian akademik, kedisiplinan, dan pengembangan kepribadian mahasiswa.
Agenda pertemuan ditutup dengan pemaparan mengenai pentingnya kesehatan mental oleh dosen FK UAD, dr. Windy Aristiani, MMR., Sp.KJ.
Materi tersebut mengingatkan bahwa kesehatan mental merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan selama mahasiswa menempuh pendidikan kedokteran. Dukungan terhadap kesehatan mental dapat membantu mahasiswa menghadapi proses belajar, beradaptasi dengan lingkungan pendidikan, dan menjaga kesejahteraan diri.
Melalui pertemuan ini, FK UAD dan PERSADA meneguhkan komitmen untuk memperkuat kolaborasi dengan orang tua/wali mahasiswa dalam mendukung proses pendidikan secara menyeluruh.
Sinergi tersebut diharapkan dapat melahirkan calon dokter yang unggul secara akademik, memiliki kompetensi profesional, berintegritas, berkarakter Islami, serta mempunyai kepedulian terhadap kesehatan dan kemanusiaan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow