Magister Psikologi UAD Hadirkan Teman Bicara, Bantu Kurangi Rasa Kesepian Lansia di LKSLU Madania

Magister Psikologi UAD Hadirkan Teman Bicara, Bantu Kurangi Rasa Kesepian Lansia di LKSLU Madania

Smallest Font
Largest Font

BANTUL — Mahasiswa Magister Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menghadirkan program intervensi psikologis bertajuk "Teman Bicara" untuk membantu mengurangi rasa kesepian para lansia di Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKSLU) Madania, Potorono, Banguntapan, Bantul.

Program tersebut merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui mata kuliah Psikologi Sosial Terapan yang diampu oleh Dr. Ir. Nina Zurida Situmorang, M.Si. Praktek dilaksanakan oleh tim mahasiswa yang terdiri atas Ahmad Hudatullah, Tsania Husna Dzakiyyah, dan Nurhasanah Putri pada Jumat (19/6).

LKSLU Madania saat ini dihuni oleh 63 orang yang berasal dari berbagai daerah. Pengelola panti, Heru, menjelaskan bahwa penghuni memiliki karakteristik yang beragam, mulai dari lansia yang menjalani perawatan di tempat tidur (bedrest), penyandang disabilitas, lansia mandiri, hingga lansia yang masih produktif.

"Di sini tidak hanya lansia, tetapi juga ada penghuni yang masih muda dengan disabilitas," jelas Heru saat proses asesmen awal pada 3 Juni 2026.

Menurutnya, sebagian besar lansia yang tinggal di panti sudah tidak memiliki keluarga yang mampu merawat mereka sehingga panti menjadi tempat tinggal terakhir. Kondisi tersebut turut berdampak pada kesehatan psikologis penghuni. Hasil observasi tim mahasiswa menunjukkan bahwa di luar jadwal kegiatan, banyak lansia menghabiskan waktu sendirian atau hanya duduk di teras tanpa interaksi sosial yang bermakna, sehingga memunculkan rasa kesepian.

Berangkat dari temuan tersebut, tim mahasiswa merancang program "Teman Bicara" yang menyasar lansia dengan kategori mandiri dan produktif. Program ini telah dikonsultasikan dengan pengelola panti pada asesmen kedua, 10 Juni 2026, sebagai upaya membangun ruang berbagi pengalaman dan memperkuat hubungan sosial antarlansia.

Sebanyak delapan lansia berusia 59 hingga 76 tahun mengikuti program ini. Mahasiswa berperan sebagai fasilitator yang menggali kondisi psikologis peserta menggunakan pendekatan teori Multidimensional Loneliness dari Russell (1996) serta instrumen UCLA Loneliness Scale Version 3, yang mengukur hubungan intim, jejaring sosial, dan keterhubungan dengan lingkungan.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan rata-rata skor kesepian sebesar 4,38 poin pada pengukuran sebelum dan sesudah intervensi, yang termasuk kategori sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa program "Teman Bicara" mampu membantu mengurangi rasa kesepian para lansia secara signifikan.

Selain data kuantitatif, tim mahasiswa juga menemukan lima tema utama dari hasil pendampingan. Pertama, lansia mulai menemukan makna hidup selama tinggal di panti. Kedua, muncul keterbukaan emosional ketika mereka berbagi cerita, mulai dari tawa, rasa bangga, hingga kesedihan saat mengenang masa lalu. Ketiga, masih terdapat luka relasional yang belum sepenuhnya pulih, terutama terkait hubungan dengan keluarga. Keempat, kegiatan keagamaan di panti menjadi sumber ketenangan batin dan pengganti kebutuhan akan kedekatan emosional. Kelima, efektivitas program dinilai akan lebih optimal jika peserta dikelompokkan berdasarkan karakteristik yang serupa, seperti jenis kelamin, lama tinggal di panti, maupun tingkat kedekatan antarpenghuni.

Berdasarkan hasil tersebut, tim mahasiswa merekomendasikan agar program "Teman Bicara" dapat dilanjutkan secara mandiri oleh LKSLU Madania sebagai bagian dari aktivitas rutin penghuni. Program ini diharapkan mampu memperkuat rasa keterhubungan sosial sekaligus meningkatkan kesejahteraan psikologis para lansia.

Tim juga mendorong pemerintah maupun organisasi nonpemerintah (NGO) untuk mengembangkan program serupa di berbagai lembaga pelayanan lansia sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan mental kelompok usia lanjut.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    1
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow