Lantik 11 Dekan Periode Baru, UAD Siap Perkuat Mutu Akademik dan Pengabdian Masyarakat
YOGYAKARTA — Universitas Ahmad Dahlan (UAD) resmi melantik 11 dekan fakultas untuk masa jabatan 2026–2030 dalam prosesi yang berlangsung khidmat di Amphitarium Lantai 9 Gedung KH Ahmad Dahlan Kampus IV UAD, Selasa (4/8). Pelantikan dihadiri sivitas akademika UAD serta tamu undangan dari Pimpinan Muhammadiyah dan 'Aisyiyah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dekan baru yang dilantik meliputi Prof. Dr. Suyadi, M.Pd.I. (Fakultas Agama Islam), Dr. Sumaryanto, S.E., M.Si., Ak., C.A. (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), Prof. Dr. Fatwa Tentama, S.Psi., M.Si. (Fakultas Psikologi), Prof. Dr. Fithriatus Shalihah, S.H., M.H. (Fakultas Hukum), Muhammad Syamsu Hidayat, S.E., M.Sc., Ph.D. (Fakultas Kesehatan Masyarakat), dan Iwan Tri Riyadi Yanto, S.Si., M.IT., Ph.D. (Fakultas Sains dan Teknologi Terapan).
Selain itu, lima dekan kembali dipercaya melanjutkan masa baktinya, yakni Prof. Wajiran, S.S., M.A., Ph.D. (Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi), Muhammad Sayuti, S.Pd., M.Pd., M.Ed., Ph.D. (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan), Prof. Dr. Ir. Siti Jamilatun, M.T. (Fakultas Teknologi Industri), Dr. apt. Iis Wahyuningsih, M.Si. (Fakultas Farmasi), serta dr. Moch Junaidy Heriyanto, Sp.B., FINACS. (Fakultas Kedokteran).
Prosesi diawali dengan pembacaan Surat Keputusan tentang pemberhentian dekan periode 2022–2026 secara hormat dan pengangkatan dekan periode 2026–2030. Selanjutnya, seluruh dekan mengucapkan ikrar dan sumpah jabatan yang dipandu langsung oleh Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, M.T.
Dalam sambutannya, Muchlas menegaskan bahwa pelantikan dekan bukan sekadar pergantian jabatan struktural, melainkan estafet kepemimpinan akademik yang akan menentukan arah pengembangan fakultas dan universitas pada masa mendatang.
"Proses penetapan dekan telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Persyarikatan Muhammadiyah melalui mekanisme yang mengedepankan profesionalisme, objektivitas, dan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan," ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para dekan periode 2022–2026 atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam memajukan fakultas masing-masing. Menurutnya, berbagai capaian UAD, mulai dari peningkatan mutu akademik hingga raihan akreditasi unggul, merupakan hasil kolaborasi seluruh unsur di lingkungan universitas.
Muchlas mengingatkan bahwa pada 2027, UAD akan kembali menghadapi proses akreditasi institusi. Karena itu, kepemimpinan para dekan yang baru dilantik diharapkan mampu memperkuat budaya mutu di setiap fakultas.
"Kami berharap setiap fakultas menjadikan budaya mutu sebagai bagian dari budaya kerja sehari-hari, sehingga akreditasi bukan dipandang sebagai kegiatan sesaat, melainkan sebagai konsekuensi logis dari tata kelola akademik yang unggul dan berkelanjutan," katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa UAD telah menetapkan arah pengembangan sebagai Community Services University. Artinya, UAD menempatkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai satu kesatuan untuk menghasilkan ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat bagi masyarakat, Persyarikatan, bangsa, dan kemanusiaan.
Menurut Muchlas, kemajuan teknologi juga harus berjalan seiring dengan penguatan akhlak, integritas, serta nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
"Kita ingin melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepribadian Islami, berjiwa pemimpin, mencintai Persyarikatan, serta siap mengabdikan ilmunya bagi kemajuan bangsa dan kemanusiaan," tuturnya.
Sementara itu, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UAD, Prof. Dr. Irwan Akib, M.Pd., menyampaikan penghargaan kepada para dekan periode sebelumnya yang telah meletakkan fondasi kemajuan bagi fakultas yang dipimpin. Ia berharap para dekan yang baru dilantik maupun yang kembali menjabat dapat melanjutkan sekaligus meningkatkan capaian yang telah diraih.
Irwan juga menekankan pentingnya membangun budaya komunikasi di lingkungan Muhammadiyah melalui tiga prinsip utama, yakni saling memanusiakan, saling memuliakan, dan saling mengingatkan.
Menurutnya, seluruh unsur di perguruan tinggi Muhammadiyah, mulai dari rektorat, dekan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga petugas keamanan dan kebersihan, memiliki peran penting dalam mewujudkan kemajuan institusi.
"Mari kita membangun komunikasi yang baik dan bekerja bersama dengan sungguh-sungguh agar UAD makin dipercaya masyarakat," pungkasnya.
What's Your Reaction?
-
1
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow