Kenalkan Pemasaran Digital, PKM UAD Dampingi Komunitas Kain Ringkel Bangkit dan Bersaing
YOGYAKARTA — Upaya meningkatkan daya saing produk UMKM terus dilakukan, salah satunya melalui pemanfaatan teknologi digital. Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar sosialisasi bertema Teknologi Media Pemasaran dan Display Produk bagi Komunitas Kain Ringkel Selaras New Sayidan.
Kegiatan ini berlangsung di ruang publik RT 12 RW 04 Sayidan, Kalurahan Prawirodirjan, Kemantren Gondomanan, Kota Yogyakarta. Program ini menjadi bagian dari upaya pendampingan UMKM agar mampu beradaptasi dengan perkembangan pemasaran berbasis digital.
Komunitas Kain Ringkel Selaras New Sayidan sendiri sempat mengalami mati suri saat pandemi Covid-19. Namun sejak 2024, komunitas yang beranggotakan 12 ibu rumah tangga ini mulai bangkit dengan menyusun strategi pemasaran yang lebih masif.
Ketua komunitas, Lisna, menyampaikan optimisme dalam mengembangkan produk kain ringkel. Menurutnya, kain ringkel memiliki nilai keunikan tersendiri karena tergolong produk langka, sehingga memiliki daya tawar tinggi di pasar.
“Produk kami punya ciri khas dan keunikan motif, sehingga berpeluang besar untuk bersaing,” ujarnya.
Kegiatan PKM diawali dengan tahap penjajakan guna mengukur pemahaman peserta terhadap penggunaan teknologi dalam pemasaran. Peserta diajak berdiskusi mengenai media pemasaran yang selama ini digunakan, sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala dalam menjangkau pasar yang lebih luas.
Menariknya, setiap anggota komunitas diberi kebebasan untuk berinovasi dalam menciptakan motif kain ringkel. Hal ini membuat produk yang dihasilkan beragam, meski di sisi lain belum memiliki standar motif untuk kebutuhan pemesanan dalam skala besar. Peluang inilah yang kemudian ditangkap oleh tim PKM UAD untuk memberikan pendampingan, khususnya dalam aspek pemasaran dan penataan produk.
Memasuki awal April, tim PKM UAD memberikan pelatihan terkait pemanfaatan media pemasaran digital. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan platform media sosial, marketplace, hingga teknik menampilkan produk melalui display yang menarik dan efektif.
Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam berdiskusi dan mengajukan pertanyaan selama sesi berlangsung. Pada akhir kegiatan, peserta juga diajak mengelompokkan kain batik ringkel berdasarkan jenis pola, sebagai langkah awal dalam menyusun konten promosi digital pada program lanjutan.
Ketua tim PKM, Isana Arum Primasari, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mendorong pelaku UMKM agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Melalui pelatihan ini, pelaku usaha diharapkan tidak hanya mengandalkan pemasaran konvensional, tetapi juga mampu memanfaatkan media digital untuk memperluas jangkauan pasar. Saya yakin kain ringkel mampu bersaing karena motifnya yang unik,” jelasnya.
Para peserta mengaku memperoleh banyak manfaat, terutama dalam memahami strategi pemasaran yang lebih modern dan aplikatif. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan hingga mampu mandiri dalam mengelola pemasaran digital.
Melalui program ini, Komunitas Kain Ringkel Selaras New Sayidan diharapkan mampu meningkatkan kualitas pemasaran, memperkuat branding, serta mendongkrak penjualan melalui pemanfaatan teknologi digital secara optimal.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow