Haedar Nashir Dorong Unisa Yogyakarta Jadi Teladan bagi 16 Perguruan Tinggi ‘Aisyiyah

Haedar Nashir Dorong Unisa Yogyakarta Jadi Teladan bagi 16 Perguruan Tinggi ‘Aisyiyah

Smallest Font
Largest Font

YOGYAKARTA — Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, mendorong Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta menjadi teladan sekaligus penggerak kemajuan bagi 16 Perguruan Tinggi ‘Aisyiyah (PTA) di Indonesia. Peran tersebut diharapkan diwujudkan melalui peningkatan kualitas institusi, penguatan budaya akademik, serta perluasan kontribusi bagi masyarakat.

Harapan itu disampaikan Haedar dalam resepsi Milad ke-35 Unisa Yogyakarta di Hall Walidah Dahlan, Rabu (14/10/2026). Ia menilai, berbagai capaian dan prestasi Unisa perlu dibagikan kepada PTA lainnya agar dapat menjadi inspirasi dan mendorong kemajuan bersama.

“Unisa Yogyakarta tentu mesti menjadi role model dari perguruan tinggi ‘Aisyiyah yang terbaik, yang terunggul, dan dalam segala hal yang bersifat positif, termasuk tentu dampaknya,” kata Haedar.

Menurutnya, kemajuan Unisa Yogyakarta tidak semestinya hanya memberikan manfaat bagi institusi itu sendiri. Berbagai praktik baik yang telah dikembangkan perlu didiseminasikan agar dapat dipelajari dan diterapkan oleh perguruan tinggi ‘Aisyiyah lainnya sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

“Karena biasanya, kalau yang satu ini, yang role model ini, sudah maju, sudah unggul, sudah melesat, maka akan lebih mudah bagian lain untuk meniru,” imbuhnya.

Selain menjadi contoh dalam pengembangan perguruan tinggi, Haedar berharap Unisa Yogyakarta mampu mengambil peran layaknya seorang ibu yang membimbing dan mengayomi PTA lainnya. Peran tersebut menuntut Unisa untuk tidak hanya berfokus pada pertumbuhan institusinya sendiri, tetapi juga ikut mendukung perkembangan perguruan tinggi ‘Aisyiyah di berbagai daerah.

Sebagai universitas pertama milik ‘Aisyiyah, Unisa Yogyakarta dinilai memiliki posisi strategis untuk menjadi pionir sekaligus membuka jalan bagi pengembangan PTA lainnya. Haedar menegaskan, tanggung jawab tersebut tidak cukup dijalankan pada tingkat kelembagaan, tetapi juga perlu menjadi komitmen seluruh sivitas akademika.

Di lingkungan Muhammadiyah, Unisa Yogyakarta juga diharapkan menjadi pusat penggerak pengembangan perguruan tinggi unggul. Upaya tersebut mencakup penguatan sistem kelembagaan, pembangunan budaya akademik, serta pembentukan pola pikir yang berorientasi pada keunggulan.

Haedar juga mendorong Unisa Yogyakarta memperluas kontribusinya hingga tingkat internasional. Menurutnya, kiprah global tidak cukup ditunjukkan melalui penguatan institusi, tetapi perlu tercermin dalam kapasitas sivitas akademika, terutama mahasiswa yang berprestasi dan mampu bersaing di tingkat internasional.

Harapan tersebut menjadi tantangan bagi Unisa Yogyakarta untuk terus meningkatkan kualitas sekaligus memperluas manfaatnya, baik bagi pengembangan perguruan tinggi ‘Aisyiyah maupun masyarakat di tingkat nasional dan global.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow