Diktilitbang Muhammadiyah: Kampus Muhammadiyah Kini Jadi Aktor Utama Pendidikan Tinggi Nasional
PONOROGO — Sekretaris Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ahmad Muttaqin, menyebut Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) kini telah menjadi bagian penting dalam sistem pendidikan tinggi nasional.
Pernyataan itu disampaikan dalam tasyakuran dan resepsi Milad ke-40 Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) yang digelar Senin (4/5) dengan tema Tumbuh, Berdaya, dan Mendunia.
Dalam pemaparannya, Muttaqin menjelaskan bahwa saat ini Muhammadiyah memiliki 164 PTMA yang tersebar di Indonesia dan luar negeri, termasuk Malaysia. Jumlah tersebut disebut berkontribusi sekitar 4 persen terhadap total perguruan tinggi di Indonesia.
Dari keseluruhan PTMA itu, sebanyak 21 kampus telah meraih akreditasi Unggul, termasuk UMPO.
“PTMA saat ini bukan lagi sekadar pelengkap, tetapi telah menjadi bagian dari aktor utama pendidikan tinggi nasional,” ujarnya.
Muttaqin juga menyoroti perkembangan UMPO yang dinilai cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Selain memperoleh akreditasi institusi Unggul dari BAN-PT, UMPO juga telah menerapkan standar ISO 21001:2018 untuk sistem manajemen organisasi pendidikan.
Di bidang sumber daya manusia, UMPO saat ini memiliki 70 dosen bergelar doktor. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 100 doktor pada masa mendatang. Kampus itu juga telah memiliki dua guru besar dan menargetkan penambahan delapan guru besar baru.
Menurut Muttaqin, UMPO memiliki kekuatan dalam menggabungkan identitas lokal dengan pengembangan pendidikan modern melalui penjenamaan “The Reog University”. Pendekatan itu dinilai mampu menghubungkan nilai budaya lokal dengan semangat Islam berkemajuan.
Ia menegaskan perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kampus tidak boleh hanya menjadi menara gading, tetapi harus menjadi menara air yang memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Muttaqin juga menyampaikan lima strategi pengembangan PTMA ke depan, yaitu penguatan mutu pendidikan, riset yang berdampak, transformasi digital, pengembangan kolaborasi, serta penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan sebagai nilai inti kampus.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar UMPO dan PTMA lainnya dapat terus berkembang dan berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas.
What's Your Reaction?
-
1
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow