UNIMUTU Gelar Baitul Arqam Perdana, Perkuat Kaderisasi Muhammadiyah di Papua Barat

UNIMUTU Gelar Baitul Arqam Perdana, Perkuat Kaderisasi Muhammadiyah di Papua Barat

Smallest Font
Largest Font

TELUK BINTUNI — Universitas Muhammadiyah Teluk Bintuni (UNIMUTU) untuk pertama kalinya menyelenggarakan perkaderan Baitul Arqam (BA) pada 22–24 Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kaderisasi dan pemahaman ideologi Muhammadiyah di lingkungan perguruan tinggi di Tanah Papua.

Kegiatan yang digelar di UNIMUTU ini diinisiasi Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Papua Barat dan mendapat dukungan PWM Papua Barat. Perkaderan tersebut melibatkan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa UNIMUTU.

Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan, menekankan pentingnya pembinaan keagamaan yang sesuai dengan karakter gerakan Muhammadiyah. Menurutnya, sebagai gerakan Islam berkemajuan, Muhammadiyah perlu memiliki cara berpikir dan bertindak yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Muhammadiyah memiliki rumusan-rumusan khas yang membedakan pemahaman keagamaan, keislaman, dan keberagamaan dengan yang lain. Persyarikatan Muhammadiyah adalah gerakan Islam berkemajuan, sehingga cara berpikir dan bertindak pun harus selalu selangkah di depan,” ujar Bachtiar.

Bachtiar yang juga Sekretaris Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) itu mengatakan pembinaan ideologi perlu dilakukan secara berkelanjutan, terutama di perguruan tinggi. Ia memandang kampus memiliki peran strategis dalam membangun peradaban dan memperluas kontribusi Muhammadiyah di tengah masyarakat.

“Pembinaan ideologi harus terus berdenyut di semua lini, terutama kampus. Kampus sebagai rumah peradaban perlu memancarkan sinarnya untuk kehidupan umat Islam yang lebih luas,” katanya.

Master of Training Baitul Arqam UNIMUTU, M. Irfan Islami, menyebut kegiatan tersebut sebagai momentum penting bagi penguatan kaderisasi Muhammadiyah di Tanah Papua. Menurutnya, kehadiran instruktur nasional di Papua Barat sekaligus membuka ruang untuk membangun kebersamaan dan kesinambungan kaderisasi.

“Inisiasi pelaksanaan rangkaian perkaderan ini bukan hanya untuk optimalisasi kehadiran instruktur nasional di Papua Barat, namun juga menjadi momentum tumbuhnya kebersamaan dan semangat bangkit bersama dalam mengibarkan bendera Sang Surya di pulau paling timur Indonesia melalui gerakan kaderisasi yang intensif dan berkelanjutan,” ujar Irfan.

Irfan yang juga Ketua Korps Instruktur Nasional PP Muhammadiyah menilai keberagaman masyarakat Papua menjadi konteks penting dalam proses kaderisasi. Menurutnya, para kader Muhammadiyah di Papua telah berhadapan langsung dengan keberagaman budaya, kondisi geografis, serta kehidupan masyarakat yang terdiri atas berbagai latar belakang agama.

“Melalui perkaderan di UNIMUTU ini, kader akan makin solid, sinergis, dan mantap dalam mengembangkan syiar dakwah, yang tentunya memberikan manfaat besar bagi warga dan Tanah Papua,” katanya.

Rektor UNIMUTU, Tri Wahyuni, berharap Baitul Arqam dapat memperkuat peran kampus dalam dakwah Pencerahan Muhammadiyah sekaligus menjadi langkah awal penguatan kaderisasi di Teluk Bintuni dan Papua secara lebih luas.

“UNIMUTU yang baru lahir pada Juni 2025 terus bergerak mendukung dakwah Pencerahan Muhammadiyah. Semoga ikhtiar ini menjadi rintisan langkah menguatkan konsolidasi kaderisasi di Tanah Papua pada umumnya, dan Teluk Bintuni pada khususnya,” ujar Tri.

Menurut Tri, pelaksanaan Baitul Arqam di UNIMUTU juga menunjukkan karakter kampus yang inklusif. Baitul Arqam dosen dan tenaga kependidikan, misalnya, diikuti peserta Muslim dan non-Muslim.

Sementara itu, lebih dari 200 mahasiswa mengikuti Baitul Arqam mahasiswa angkatan pertama. Sekitar 80 persen di antaranya merupakan mahasiswa non-Muslim.

“Mereka mengikuti pengkaderan ini dengan gembira,” kata Tri saat dihubungi pada Selasa (4/8).

Tri menambahkan, Baitul Arqam mahasiswa tersebut merupakan yang pertama diselenggarakan di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Tanah Papua. Ia menyebut UNIMUTU sebagai kampus yang berada dalam lingkungan masyarakat adat dan memiliki keberagaman sebagai bagian dari karakter kampus.

Ke depan, UNIMUTU berharap penguatan kaderisasi dapat berjalan berkelanjutan dan turut mendukung pengembangan pendidikan di Teluk Bintuni.

“Semoga UNIMUTU menjadi kampus yang memberikan sumbangsih kemajuan untuk Kabupaten Teluk Bintuni menjadi Kota Pendidikan,” pungkas Tri.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow