UMP Jadi Tuan Rumah Seleksi Cabang Ranting Masjid Unggulan Jateng
BANYUMAS — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah terus mendorong penguatan cabang, ranting, dan masjid sebagai ujung tombak gerakan dakwah. Salah satu upayanya diwujudkan melalui seleksi Cabang, Ranting, dan Masjid (CRM) Unggulan Tingkat Jawa Tengah yang untuk kategori cabang dan ranting digelar secara hybrid di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Kabupaten Banyumas.
Seleksi yang berlangsung pada 4, 11, dan 18 Juli 2026 di Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI) UMP itu diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) bersama Lembaga Pembinaan Masjid (LPM) PWM Jawa Tengah.
Sebanyak 20 cabang, 18 ranting, dan 23 masjid mengikuti tahapan seleksi setelah lolos di tingkat karesidenan. Para peserta mempresentasikan berbagai program unggulan, mulai dari bidang dakwah, ekonomi kreatif, pemberdayaan masyarakat, hingga pengembangan layanan masjid.
Wakil Ketua PWM Jawa Tengah, Assoc. Prof. Dr. H. Ibnu Hasan, menegaskan bahwa cabang, ranting, dan masjid merupakan garda terdepan dakwah Muhammadiyah.
"Kita semua menyadari bahwa cabang, ranting, dan masjid merupakan ujung tombak dakwah Muhammadiyah," ujarnya.
Menurut Ibnu Hasan, kemajuan Muhammadiyah sangat ditentukan oleh kehidupan cabang, ranting, dan masjid di akar rumput. Ketika masjid hidup, makmur, dan aktif mendakwahkan Islam, maka Muhammadiyah akan semakin berkembang sebagai organisasi yang maju dan berkemajuan.
Ia menambahkan, semangat memajukan cabang, ranting, dan masjid di Jawa Tengah semakin kuat, terlebih karena provinsi ini akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan CRM Awards tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung di Gombong, Kabupaten Kebumen.
"Semangat untuk memajukan cabang, ranting, dan masjid ini semakin terasa denyutnya, khususnya di Jawa Tengah," tegasnya.
Ibnu Hasan juga menilai keikutsertaan cabang, ranting, dan masjid dalam ajang tersebut sudah menjadi sebuah prestasi. Menurutnya, peserta dapat menjadi inspirasi sekaligus contoh bagi cabang, ranting, dan masjid Muhammadiyah lainnya.
"Mari kita bersama-sama memajukan, memakmurkan, dan meramaikan cabang, ranting, serta masjid Muhammadiyah," ajaknya.
Sementara itu, Ketua LPCR PWM Jawa Tengah, Prof. Dr. H. Suwarno, menekankan pentingnya sportivitas dalam proses seleksi. Ia memastikan penilaian dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan perkembangan dan pertumbuhan setiap peserta.
"Unsur penilaian juga harus melihat perkembangan dan pertumbuhannya," katanya.
Ia mencontohkan, dua ranting yang sama-sama memiliki sekolah dasar belum tentu memperoleh nilai yang sama. Kemajuan, inovasi, dan perkembangan sekolah menjadi salah satu aspek yang turut diperhitungkan dalam penilaian.
Peserta seleksi berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah, di antaranya Cilacap, Banjarnegara, Banyumas, Purbalingga, Kabupaten Magelang, Temanggung, Jepara, Kudus, Blora, Kabupaten Tegal, Pemalang, Brebes, Grobogan, Karanganyar, Kota Surakarta, Boyolali, dan Klaten.
Dari tahapan seleksi hybrid ini akan dipilih 10 cabang, delapan ranting, dan enam masjid terbaik untuk melaju ke babak final. Para finalis akan mengikuti presentasi akhir pada Expo dan Penilaian CRM Unggulan Tingkat Jawa Tengah yang dijadwalkan berlangsung pada 8–9 Agustus 2026 di PRM Blimbingrejo, Nalumsari, Jepara.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow