Tak Sekadar Teori, Prodi Bioteknologi UM Bandung Perkuat Praktik dan Riset Mahasiswa

Tak Sekadar Teori, Prodi Bioteknologi UM Bandung Perkuat Praktik dan Riset Mahasiswa

Smallest Font
Largest Font

BANDUNG — Memilih program studi sering menjadi tantangan bagi calon mahasiswa. Namun, bagi Ketua Himpunan Mahasiswa (Hima) Bioteknologi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, Nadzira Nurul Fadhilah, memilih jurusan seharusnya bukan sekadar mengikuti tren, melainkan mencari tempat yang mampu mengembangkan potensi sekaligus mempersiapkan masa depan.

Saat ditemui di Kampus UM Bandung, Kamis (9/7), Nadzira mengatakan Program Studi Bioteknologi UM Bandung menawarkan pengalaman belajar yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga memperkuat kemampuan mahasiswa melalui berbagai kegiatan praktikum di laboratorium.

"Di sini kami bukan cuma belajar dari buku. Hampir setiap materi didukung dengan praktikum, jadi konsep yang dipelajari langsung dipraktikkan. Selain itu, dosen juga memastikan mahasiswa benar-benar paham, bukan sekadar mengejar nilai," ujarnya.

Menurutnya, suasana akademik di Prodi Bioteknologi UM Bandung juga sangat mendukung perkembangan mahasiswa. Para dosen aktif membimbing mahasiswa, baik dalam kegiatan perkuliahan maupun di luar kelas, serta mendorong mereka mengikuti berbagai kompetisi, penelitian, hingga program kewirausahaan.

"Dosen selalu memberikan ruang untuk berkembang. Mau ikut PKM, penelitian, P2MW, atau lomba karya ilmiah, kami selalu didukung. Jadi, selama kuliah kami benar-benar didorong untuk berani mencoba dan mengembangkan kemampuan," katanya.

Selain memperkuat kompetensi akademik, proses pembelajaran juga membentuk karakter mahasiswa agar lebih disiplin, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, serta terbiasa menghadapi berbagai tantangan. Menurut Nadzira, bekal tersebut menjadi modal penting ketika memasuki dunia kerja.

Mahasiswa asal Kota Bandung itu menjelaskan bahwa lulusan Bioteknologi memiliki prospek karier yang luas karena selama perkuliahan mempelajari berbagai disiplin ilmu, seperti mikrobiologi, genetika, biologi molekuler, kultur jaringan, teknologi pangan, pertanian, kesehatan, hingga lingkungan.

Dengan bekal tersebut, lulusan Bioteknologi berpeluang berkarier di industri farmasi, pangan, kesehatan, lingkungan, perusahaan berbasis bioteknologi, maupun lembaga penelitian.

Hal lain yang menjadi keunggulan Prodi Bioteknologi UM Bandung, lanjut Nadzira, adalah kuatnya budaya riset dan inovasi yang ditanamkan sejak mahasiswa masih menempuh pendidikan. Berbagai penelitian, program pengabdian kepada masyarakat, hingga magang menjadi bagian dari proses pembelajaran sehingga mahasiswa terbiasa berpikir kritis dan menghasilkan solusi atas berbagai persoalan nyata.

"Kami diajak untuk tidak hanya menjadi mahasiswa yang pintar secara akademik, tetapi mampu menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Itu yang membuat kuliah di Bioteknologi terasa seru sekaligus menantang," ungkap mahasiswa angkatan 2023 tersebut.

Di akhir wawancara, Nadzira mengajak calon mahasiswa agar tidak ragu memilih jurusan sesuai minat dan passion. Menurutnya, Bioteknologi menjadi pilihan yang menjanjikan bagi mereka yang menyukai bidang biologi, kimia, kesehatan, lingkungan, pertanian, maupun teknologi karena kebutuhan tenaga ahli di bidang tersebut terus meningkat.

"Kalau kamu suka sains dan ingin ilmunya benar-benar bisa diterapkan untuk membantu banyak orang, Bioteknologi adalah pilihan yang tepat. Apalagi Prodi Bioteknologi UM Bandung sudah terakreditasi Unggul, jadi kualitas pembelajaran, fasilitas, dan pengembangan mahasiswanya sudah terbukti. Jangan takut memilih Bioteknologi, karena peluang kariernya luas dan masa depannya sangat menjanjikan," tutupnya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow