Puskesmas Warsawe Rusak Sedang, KKN UAD Siapkan Dukungan Psikososial Warga Terdampak Gempa

Puskesmas Warsawe Rusak Sedang, KKN UAD Siapkan Dukungan Psikososial Warga Terdampak Gempa

Smallest Font
Largest Font

MANGGARAI BARAT — Gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) turut merusak fasilitas pelayanan publik, termasuk Puskesmas Warsawe di Dusun Watu Weri, Desa Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat. Kerusakan pada bangunan membuat fasilitas kesehatan tersebut tidak lagi aman digunakan untuk pelayanan di dalam gedung.

Kondisi itu membuat petugas medis harus memindahkan aktivitas pelayanan kesehatan ke area luar puskesmas. Pelayanan dan tindakan medis bagi warga terdampak kini dilakukan di bawah tenda-tenda darurat yang didirikan di sekitar fasilitas tersebut.

Kepala Puskesmas Warsawe, Yohanes, mengatakan kepastian kelayakan bangunan menjadi kebutuhan mendesak demi menjamin keselamatan pasien maupun tenaga kesehatan.

“Harapan kami tentu kondisi bisa segera membaik. Kami sangat mengharapkan adanya pengkajian cepat dari dinas terkait atau Kementerian PUPR mengenai kelayakan gedung Puskesmas Warsawe ini, apakah masih memungkinkan untuk kembali digunakan melalui renovasi tingkat berat, ataukah memang sudah harus direlokasi total,” ungkap Yohanes saat ditemui di lokasi tenda darurat.

Di tengah kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Anak Bangsa (KKN AB) Periode XIII Universitas Ahmad Dahlan (UAD) tidak hanya melakukan pendataan dampak fisik gempa. Bersama pihak puskesmas dan Pemerintah Desa Cunca Wulang, mahasiswa juga menyiapkan dukungan psikososial bagi masyarakat terdampak.

Program tersebut akan dilakukan melalui Psychological First Aid (PFA) atau dukungan psikologis awal. Program ini ditujukan untuk membantu warga menghadapi dampak psikologis pascabencana, dengan perhatian khusus kepada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Sekretaris KKN AB XIII UAD, Aisyah Mujahidah Belangi, mengatakan program tersebut disusun berdasarkan rekomendasi Kepala Puskesmas Warsawe dan Kepala Desa Cunca Wulang, Pius Suparjo Sadu.

“Sejak awal penerjunan, kami sudah mendiskusikan bahwa prioritas program kerja dialihkan pada aspek psikososial untuk menyesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat yang kondisi psikisnya terdampak akibat gempa,” jelas Aisyah.

Menurutnya, tim KKN AB XIII UAD memiliki sejumlah mahasiswa dari Program Studi Psikologi yang dapat dilibatkan dalam pelaksanaan dukungan psikososial. Selain itu, tim juga berkoordinasi dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Manggarai Barat untuk melakukan asesmen terhadap warga yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

“Kami terafiliasi dengan MDMC Manggarai Barat untuk pelaksanaan asesmen, sehingga akan lebih terpetakan korban yang membutuhkan intervensi lanjutan selain trauma healing,” tambahnya. 

Pemerintah Desa Cunca Wulang menyatakan siap mendukung pelaksanaan program psikososial tersebut. Kepala Desa Cunca Wulang, Pius Suparjo Sadu, mengatakan pemerintah desa akan membantu menjembatani komunikasi dengan pihak terkait sekaligus mendampingi mahasiswa dalam proses sosialisasi hingga pelaksanaan program di lapangan.

Selain kebutuhan pelayanan medis dan dukungan psikososial, kondisi lapangan juga menunjukkan adanya kebutuhan mendesak terhadap sarana pendukung bagi warga dan relawan.

Hasil pemetaan bersama menunjukkan pengadaan tenda posko darurat yang representatif menjadi salah satu kebutuhan prioritas. Posko tersebut diharapkan dapat menjadi pusat koordinasi pelayanan bagi masyarakat terdampak.

Salah satu lokasi yang direkomendasikan untuk menjadi titik evakuasi dan posko utama adalah Lapangan SDK Warsawe. Pemusatan posko di satu lokasi dinilai dapat mempermudah koordinasi sekaligus membuat penyaluran bantuan logistik, pelayanan kesehatan, dan dukungan psikososial berjalan lebih terorganisasi.

Dengan adanya posko terpadu, berbagai layanan diharapkan dapat menjangkau warga terdampak secara lebih efektif dan merata, sekaligus memudahkan koordinasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, relawan, dan mahasiswa KKN AB XIII UAD dalam penanganan pascagempa.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow