Mahasiswa UAD ini Bagikan Cerita Menarik Mengikuti Kirab Budaya dalam Program Kampus Mengajar
BANTUL – Berbagai cerita menarik tentang pendidikan bisa datang dari mana saja, termasuk dari mahasiswa yang terjun ke masyarakat untuk menerapkan keilmuannya. Kisah ini hadir dari seorang mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan jurusan Pendidikan Matematika, Shofi Assahida Rahmat, yang menjadi peserta program Kampus Mengajar Angkatan 8.
Program Kampus Mengajar merupakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar di luar program studi dengan menjadi mitra guru dan sekolah dalam melakukan pengembangan strategi pembelajaran yang kreatif, inovatif, menyenangkan serta mengupayakan dalam peningkatan literasi dan numerasi siswa di sekolah penugasan.
Dilansir dari dikti.kemdikbud.go.id, pada program Kampus Mengajar Angkatan 8, terdapat total 11.795 mahasiswa yang terpilih menjadi peserta yang berasal dari 757 perguruan tinggi yang tersebar di seluruh Indonesia.
Pada kesempatan ini, Shofi serta dua rekannya yang juga mengikuti program ini ditugaskan di SMK Negeri 1 Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain turut dalam kegiatan pembelajaran, selama masa penugasan yang dimulai dari September hingga Desember 2024, Shofi juga beradaptasi dengan mengikuti kebiasaan dan kegiatan yang dilaksanakan sekolah, termasuk kirab budaya.
Kirab budaya ini diselenggarakan dalam rangka pelaksanaan P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) yang mengusung tema Bhinneka Tunggal Ika, “Aku Indonesia” pada hari Rabu (30/11) yang bertempat di SMK Negeri 1 Sewon. Kegiatan ini melibatkan seluruh siswa kelas 10 hingga 11, guru, karyawan, serta mahasiswa Kampus Mengajar yang bertugas di sana, termasuk Shofi itu sendiri.
Shofi menuturkan, dia serta rekan mahasiswa juga terlibat sebagai panitia untuk membantu mendampingi siswa. Dalam pelaksanaannya, setiap kelas akan mewakili satu provinsi yang dapat diidentifikasi dari kostum, peraga, serta penampilan akhir berdurasi dua menit.
“Setelah menimbang beberapa hal, dari 38 provinsi, tim guru dan kami hanya memilih 31 provinsi yang akan dibawakan siswa dalam kirab budaya. Kirab budaya ini memiliki konsep berjalan santai di rute sekitar sekolah,” kata Shofi.
Berbagai hal yang disiapkan siswa juga akan dilihat dan dinikmati oleh warga sekitar. Setelah sampai kembali di sekolah, mereka juga diwajibkan untuk menampilkan pertunjukan sesuai provinsi yang didapat. “Saya sendiri mendapat tugas untuk mendampingi siswa kelas 10 yang mewakili provinsi Sulawesi Tenggara,” ujar Shofi.
Tidak hanya terlibat dalam kegiatan yang diadakan sekolah, Shofi dan rekan Kampus Mengajar-nya juga menyusun serta melaksanakan berbagai program yang bertujuan meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa serta adaptasi teknologi. Beberapa di antaranya ialah memaksimalkan pengisian mading, revitalisasi taman baca, pemasangan barcode atau kode batang untuk informasi tanaman serta festival literasi dan numerasi.
Di akhir masa penugasan, Shofi berharap pihak sekolah dapat menjaga dan melanjutkan berbagai kegiatan yang diinisiasi oleh ia dan rekannya. “Mengikuti program Kampus Mengajar Angkatan 8 dan berkesempatan menjadi bagian dari SMK Negeri 1 Sewon merupakan pengalaman yang amat berkesan serta memperoleh banyak pembelajaran,” tutur Shofi saat mengenang kembali berbagai momen di sekolah tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow