Inspiratif! Anak-anak Suku Bajo Belajar Literasi dan Numerasi Bersama Mahasiswa UMY
WAKATOBI — Dalam pelaksanaan kampus berdampak, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali melakukan pemberdayaan masyarakat suku Bajo yang tinggal di desa Mola Nelayan Bakti, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara.
Program pemberdayaan ini telah berjalan selama tiga tahun dengan digerakan oleh mahasiswa UMY yang tergabung dalam tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tapak Pengabdi Khatulistiwa (Tabik). Pada tahun 2025 ini, sebanyak 32 mahasiswa dari berbagai program studi di UMY bergabung dalam KKN Tabik generasi kelima.
“Dalam program pendidikan dilakukan dengan kelas outdoor, baca tulis hitung, mari beribadah, bimbingan baca Al Qur’an. Program dilakukan dengan keliling desa Mola Nelayan Bakti, dan masjid yang ada di desa. Pernah kegiatan yang kami lakukan diikuti lebih dari lima puluh anak,” ujar Bintang Soediono, ketua tim KKN Tabik pada Ahad (24/7). Bintang menambahkan program ini bertujuan meningkatkan kesadaran tentang pendidikan kepada anak-anak suku Bajo.
“Kami sangat terbantu oleh kampus, pemerintah dari berbagai tingkatan di Wakatobi mulai desa sampai kabupaten, serta masyarakat desa. Kami berharap program KKN mandiri UMY ini terus berlanjut,” tambah mahasiswa Hubungan Internasional UMY ini.
Program pendampingan literasi dan numerasi berkolaborasi dengan Sikola Bajalan. Komunitas ini banyak mendukung program KKN Mandiri Tabik UMY. Sikola Bejalan adalah komunitas yang diperuntukan anak suku Bajo yang untuk meningkatkan numerasi dan literasi dengan pendekatan kearifan lokal. Komunitas ini menyasar anak yang tidak sekolah, anak putus sekolah, dan anak sekolah yang belum bisa membaca.
“Kegiatan KKN yang dilakukan oleh UMY sangat baik karena mau berkolaborasi dengan komunitas di daerah. Mahasiswa UMY yang KKN mau beradaptasi dengan kearifan lokal dalam meningkatkan literasi dan numerasi anak-anak Bajo,” ujar Agustia, pendiri komunitas Sikola Bajalan.
Sebenarnya ada dua PAUD, dua SD, satu SMP, dan satu SMA di lingkungan Bajo di atas laut. Salah satunya dikelola oleh Muhammadiyah yaitu SMA Muhammadiyah 1 Wakatobi. Masyarakat dan pemerintah di Desa Mola Nelayan Bhakti Wakatobi memberikan apresiasi pada mahasiswa UMY yang didampingi dosen pembimbing lapangan Fajar Junaedi ini.
What's Your Reaction?
-
1
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow