Harmoni Syawal 1447 H: APSPBI PTMA Perkuat Kolaborasi dan Akselerasi Karier Dosen

Harmoni Syawal 1447 H: APSPBI PTMA Perkuat Kolaborasi dan Akselerasi Karier Dosen

Smallest Font
Largest Font

YOGYAKARTA — Asosiasi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (APSPBI PTMA) menyelenggarakan kegiatan Harmoni Syawal 1447 H pada Jumat (17/4) dengan mengusung tema “Refleksi, Kolaborasi, dan Akselerasi Karier Akademik”. Kegiatan ini diikuti oleh dosen dan perwakilan program studi dari berbagai PTMA di Indonesia sebagai ajang silaturahmi sekaligus penguatan jejaring akademik.

Kegiatan yang berlangsung secara daring ini menghadirkan sejumlah narasumber yang memberikan penguatan dari sisi nilai, profesionalisme, hingga strategi pengembangan karier akademik dosen. Acara dibuka oleh Ketua APSPBI PTMA, Sucipto, Ph.D. yang juga menjabat sebagai Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Ahmad Dahlan (UAD). 

Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan asosiasi agar tetap aktif melalui kolaborasi antarprogram studi, sehingga memberikan manfaat nyata bagi institusi maupun dosen secara individu.

Dalam sesi tausiyah, R. Muhammad Ali, salah satu inisiator berdirinya APAPBI yang kini aktif di Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menegaskan pentingnya dosen-dosen PTMA untuk menjadi teladan dalam mengusung nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat. Ia menekankan bahwa dosen tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai figur yang menghadirkan integritas, keteladanan, dan kontribusi nyata bagi umat.

“Dosen PTMA harus menjadi contoh hidup dari nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, tidak hanya di ruang kelas tetapi juga di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam sesi Best Practice Sharing, Prof. Dr. Dodi Mulyadi, Guru Besar Universitas Muhammadiyah Semarang, memaparkan strategi meraih jabatan fungsional Guru Besar melalui penguatan jejaring dan kolaborasi akademik. Ia menekankan bahwa rekam jejak dosen dan peneliti tidak hanya dibangun dari angka kredit, tetapi dari kontribusi nyata dalam komunitas ilmiah.

“Jejaring akademik adalah investasi jangka panjang. Bukan hanya soal angka kredit, tetapi bagaimana kita hadir, berkontribusi, dan diakui dalam komunitas ilmiah,” jelasnya.

Menurutnya, jejaring menjadi kunci penting dalam membangun karier akademik yang berkelanjutan. Ia menguraikan tiga jalur strategis, yaitu kolaborasi riset dan pengabdian lintas institusi untuk memperluas dampak keilmuan, keterlibatan sebagai reviewer jurnal internasional untuk meningkatkan visibilitas global, serta peran sebagai penguji eksternal disertasi sebagai bentuk pengakuan atas kepakaran.

Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusiasme dan interaksi aktif dari para peserta, mencerminkan semangat kuat untuk terus berkembang dan berkolaborasi.

Sebagai penutup, APSPBI PTMA juga memaparkan sejumlah program unggulan yang dirancang untuk meningkatkan kebermanfaatan asosiasi bagi institusi dan anggotanya. Program-program tersebut difokuskan pada penguatan jejaring, peningkatan kapasitas dosen, kolaborasi riset dan publikasi, serta pendampingan pengembangan karier akademik.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, APSPBI PTMA diharapkan semakin berperan strategis dalam mendorong kemajuan program studi dan peningkatan kualitas pendidikan bahasa Inggris di lingkungan PTMA. 

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow