FTI UAD Latih Warga Bank Sampah Kamulyan Produksi Deterjen Ramah Lingkungan
YOGYA — Tim dosen dan mahasiswa Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar penyuluhan dan praktik pembuatan deterjen ramah lingkungan bagi warga Bank Sampah Kamulyan, Brontokusuman, Yogyakarta pada (11/2). Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Ergonomi UAD ini dipimpin oleh Tatbita Titin Suhariyanto, S.T., M.Sc., dan menjadi bagian dari program pemberdayaan masyarakat.
Penyuluhan diisi oleh Hayati Mukti Asih, S.T., M.Sc., Ph.D., yang memperkenalkan buah lerak sebagai bahan utama deterjen alami. Ia menjelaskan bahwa buah lerak memiliki sifat antimikroba, aman bagi kulit sensitif, serta cocok untuk mencuci pakaian bayi. “Produk konvensional umumnya mengandung bahan kimia dan parfum sintetis yang berisiko bagi kesehatan, bahkan ada yang mengandung microbeads atau partikel plastik,” ujarnya.
Peserta kemudian diajak mengikuti praktik pembuatan deterjen menggunakan bahan-bahan seperti sari buah lerak, sabun minyak kelapa dan sawit, serta pengental. Bahan-bahan tersebut telah disiapkan oleh mahasiswa Muhammad Candra Ramadhan dan Akhmad Yofi Arifa.
Selain pelatihan, tim juga memperkenalkan alat produksi deterjen hasil riset dosen dan mahasiswa Teknik Industri UAD. Alat tersebut dirancang untuk mendukung produksi skala rumahan. “Proses ini akan dibantu oleh Rachma Tia Evitasari, S.T., M.Eng., serta mahasiswa UAD, dengan menggunakan alat yang dikembangkan oleh M. Farhan Alwi,” kata Tatbita.
Farhan menjelaskan bahwa alat yang dikembangkannya terdiri dari dua bagian: sistem kelistrikan untuk menggerakkan motor pengaduk dan sistem pemanas untuk merebus campuran. “Harapannya, alat ini bisa mempermudah dan mempercepat proses produksi deterjen bagi masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan ini merupakan sesi ketiga dari rangkaian pelatihan sebelumnya yang berfokus pada pengelolaan lingkungan. Ketua Bank Sampah Kamulyan, Bakhriah Sufiatun, menyambut baik inisiatif ini. “Pelatihannya sangat bermanfaat. Selain menumbuhkan kesadaran lingkungan, produk ini juga bisa menjadi sumber penghasilan tambahan,” kata Upik, sapaan akrabnya.
Tim FTI UAD berharap kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan warga dalam produksi ramah lingkungan, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat berbasis inovasi lokal.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow