FKIP UAD Kembali Ikuti SEA Teacher 2026, Perkuat Pengalaman Mengajar dan Pertukaran Budaya ASEAN

FKIP UAD Kembali Ikuti SEA Teacher 2026, Perkuat Pengalaman Mengajar dan Pertukaran Budaya ASEAN

Smallest Font
Largest Font

KULON PROGO — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan melalui partisipasi pada Program SEA Teacher Batch 11 Tahun 2026. Program pertukaran mahasiswa calon guru tingkat ASEAN ini menjadi sarana untuk memperkuat pengalaman mengajar sekaligus mempererat pemahaman lintas budaya antarnegara di kawasan Asia Tenggara.

Pada tahun ini, FKIP UAD menerima delapan mahasiswa asal Filipina yang berasal dari enam perguruan tinggi mitra, yaitu West Visayas State University, Capiz State University, Central Luzon State University, dan Adamson University. Kehadiran mereka disambut dalam Opening Ceremony yang berlangsung di Educators Hall Gedung Ahmad Dahlan Kampus 4 UAD pada Selasa (13/1).

Selama satu bulan, para mahasiswa Filipina menjalani praktik mengajar di sejumlah sekolah mitra UAD di Yogyakarta, di antaranya TK-KB Aisyiyah Nyai Ahmad Dahlan, SD Muhammadiyah Kleco 1, SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta, serta SMA Negeri 5 Yogyakarta.

Tidak hanya memperoleh pengalaman mengajar di kelas, para peserta juga diperkenalkan dengan budaya Indonesia melalui berbagai kegiatan, seperti workshop membatik, wisata kuliner, kunjungan ke Keraton Yogyakarta dan Candi Prambanan, hingga kegiatan outbound bersama mahasiswa internasional UAD di Desa Wisata Boro, Kalurahan Banjarsari, Kapanewon Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo.

Program SEA Teacher tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran lintas budaya. Pada masa awal program, mahasiswa Filipina menghadapi berbagai penyesuaian, mulai dari perbedaan cita rasa makanan, norma sosial dalam kehidupan sehari-hari, hingga kebiasaan masyarakat yang ditandai dengan suara azan setiap waktu salat.

Namun, pengalaman tersebut justru menjadi pelajaran berharga dalam membangun sikap toleransi, keterbukaan, dan saling memahami antarbudaya. Untuk mendukung proses adaptasi, FKIP UAD menugaskan mahasiswa Indonesia sebagai pendamping selama peserta menjalani program di Yogyakarta.

Kepala Bidang Kerja Sama Luar Negeri UAD, Afit Istiandaru, menyampaikan apresiasi kepada Tim SEA Teacher FKIP UAD atas konsistensi dalam mengelola program yang dinilai memberikan dampak signifikan bagi penguatan jejaring internasional kampus. Ia juga mengapresiasi dukungan Kantor Kerja Sama dan Urusan Internasional (KKUI) UAD yang terus memfasilitasi kolaborasi dengan berbagai mitra di dalam maupun luar negeri.

Selain menerima mahasiswa internasional, FKIP UAD juga memberangkatkan 10 mahasiswa untuk mengikuti Program SEA Teacher di sejumlah perguruan tinggi mitra di Filipina. Melalui program tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kompetensi pedagogik, meningkatkan kemampuan komunikasi internasional, serta memperluas wawasan dalam lingkungan pendidikan global.

Sebelum keberangkatan, para peserta mengikuti pre-departure training yang berlangsung dalam tujuh sesi. Pembekalan tersebut mencakup penguatan kemampuan bahasa Inggris, persiapan akademik, pemahaman budaya, serta penanaman karakter dan nilai-nilai keislaman.

Dekan FKIP UAD, Muhammad Sayuti, menjelaskan bahwa Filipina dipilih sebagai salah satu negara tujuan karena memiliki lingkungan akademik yang mendukung pembelajaran berbasis bahasa Inggris serta dikenal memiliki kualitas tenaga pendidik yang kompetitif di tingkat internasional.

Menurutnya, pengalaman internasional merupakan bekal penting bagi calon guru di era global. Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperluas wawasan, membangun jejaring internasional, serta membawa nilai-nilai positif sebagai representasi Indonesia di kancah global.

Momen penutupan program SEA Teacher turut diwarnai suasana haru ketika para peserta membagikan pengalaman dan refleksi selama berada di Indonesia. Perwakilan mahasiswa dari Capiz State University, Caca dan Aira, mengaku memperoleh banyak pengalaman berharga, baik dalam praktik mengajar maupun dalam memahami kehidupan sosial dan budaya masyarakat Indonesia.

Mereka menilai program tersebut mengajarkan pentingnya fleksibilitas, toleransi, dan kemampuan beradaptasi dalam lingkungan internasional. Bagi mereka, SEA Teacher bukan sekadar program pertukaran mahasiswa, tetapi juga perjalanan pembelajaran yang membentuk perspektif global sebagai calon pendidik.

Aira bahkan mengungkapkan harapannya untuk kembali ke Indonesia suatu saat nanti, bukan lagi sebagai mahasiswa, melainkan sebagai seorang pendidik profesional.

Partisipasi FKIP UAD dalam Program SEA Teacher menjadi wujud nyata komitmen UAD dalam mengembangkan pendidikan berstandar internasional secara berkelanjutan. Ke depan, program ini diharapkan terus memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat hubungan antarnegara di kawasan ASEAN.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow