Abdul Mu’ti: PSDKU UMJ Tulang Bawang Jadi Langkah Nyata Pendidikan Inklusif dan Berkualitas
TULANG BAWANG — Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, mendukung pengembangan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi bermutu di daerah. Dukungan itu disampaikan saat meresmikan PSDKU Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Kampus Tulang Bawang, Lampung, Ahad (26/4).
Menurut Mu’ti, langkah UMJ membuka kampus di luar kampus utama sejalan dengan regulasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Model seperti ini juga telah diterapkan sejumlah perguruan tinggi di luar negeri.
Ia mencontohkan University of California yang memiliki beberapa kampus di berbagai wilayah. Menurutnya, sistem tersebut menunjukkan bahwa pengembangan kampus cabang merupakan strategi yang lazim dilakukan untuk mendekatkan layanan pendidikan kepada masyarakat.
Mu’ti menilai pendirian PSDKU oleh perguruan tinggi yang telah terakreditasi unggul lebih efisien dari sisi anggaran dan lebih terjamin mutunya.
“Insyallah UMJ ini kampus yang unggul dan insyallah pendidikannya tidak abal-abal,” ujarnya.
PSDKU UMJ Kampus Tulang Bawang sendiri berdiri melalui hibah Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang. Meski fasilitas yang ada masih membutuhkan pembenahan, Mu’ti menyebut UMJ telah menyiapkan rencana pengembangan kampus tersebut.
Ia menegaskan kehadiran Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA) di daerah bertujuan memastikan masyarakat memperoleh layanan pendidikan tinggi yang berkualitas dan terjangkau. Pendidikan, kata dia, harus dapat diakses lebih dekat oleh masyarakat.
Mu’ti juga menyoroti masih adanya persoalan mutu pendidikan dan kesenjangan akses di Indonesia. Menurutnya, banyak lulusan perguruan tinggi yang belum terserap dunia kerja, sementara di sisi lain masih banyak masyarakat yang belum memperoleh pendidikan layak.
Ia menyebut saat ini masih terdapat lebih dari tiga juta anak tidak sekolah di Indonesia. Sebagian di antaranya putus sekolah, bahkan ada yang belum pernah mengenyam pendidikan sama sekali meski masih berusia sekolah.
Kondisi itu, lanjutnya, menjadi tantangan pemerintah dalam menjalankan agenda pembangunan sumber daya manusia unggul sebagaimana tercantum dalam Asta Cita Presiden, yakni menghadirkan pendidikan yang merata, inklusif, berkualitas, dan berkeadilan.
Karena itu, kehadiran PSDKU UMJ Tulang Bawang dinilai menjadi bagian dari kontribusi Muhammadiyah dalam mendekatkan akses pendidikan tinggi kepada masyarakat daerah sekaligus memperkuat pemerataan pendidikan nasional.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow