Wakil Rektor Bidang SDM Beberkan Strategi UMY dalam Mendukung SDGs 1, 2, dan 8
Yogyakarta - Dalam peluncuran Sustainability Report 2024 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), yang digelar Jumat (26/9) di Ruang Sidang Utama Gedung AR. Fachrudin A lantai 5, Kampus Terpadu UMY, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia, Prof. Dr. Dyah Mutiarin, M.Si., memaparkan capaian UMY pada sejumlah indikator Sustainable Development Goals (SDGs). Tiga poin utama yang dipaparkan meliputi SDGs 1 (No Poverty), SDGs 2 (Zero Hunger), dan SDGs 8 (Decent Work and Economic Growth).
Prof. Dyah, yang akrab disapa Prof. Arin, membuka paparannya dengan SDGs 2 (Zero Hunger), di mana UMY menempati peringkat 101–200 dunia berdasarkan Times Higher Education Impact Ranking 2024. Berbagai program telah dijalankan untuk memperkuat ketahanan pangan, seperti pembagian beras rutin bagi pegawai, penyediaan voucher belanja melalui koperasi karyawan, makan siang gratis untuk karyawan, hingga program Serasa Masa atau sarapan bersama mahasiswa. Setiap bulan Ramadan, UMY juga membagikan takjil melalui program Takjil Drive Thru.
Dalam bidang riset, UMY mendanai 84 penelitian dengan total Rp1,91 miliar, berfokus pada peningkatan gizi, penanganan stunting berbasis IoT dan AI, serta penguatan produksi pangan. Program pengabdian masyarakat juga berjalan dengan 77 kegiatan senilai Rp975,6 juta, termasuk pembangunan greenhouse berbasis IoT dan pengembangan teknologi pupuk nano.
Selanjutnya, pada SDGs 8 (Decent Work and Economic Growth), UMY juga berada di peringkat 101–200 dunia. Prof. Arin menegaskan bahwa kesejahteraan pegawai menjadi prioritas serius, melalui pemberian gaji di atas UMK, THR, gaji ke-13, tunjangan keluarga, serta asuransi kesehatan. Dari sisi riset, terdapat 175 penelitian senilai Rp3,71 miliar yang membahas ekonomi produktif, inklusi keuangan, hingga pasar kerja digital, dengan jejaring kolaborasi bersama 14 negara.
Dalam pengembangan mahasiswa, UMY mengelola program magang industri dan inkubasi usaha. Adapun di bidang pengabdian masyarakat, UMY melaksanakan 125 program senilai Rp1,72 miliar, meliputi pelatihan kerja, pemberdayaan UMKM, hingga mentoring start-up bagi pemuda dan ibu rumah tangga.
Paparan kemudian ditutup dengan SDGs 1 (No Poverty), di mana UMY berada di peringkat 301–400 dunia. Fokus diarahkan pada peningkatan akses pendidikan melalui 28 jenis beasiswa senilai Rp2,9 miliar, mulai dari beasiswa kurang mampu, prestasi, atlet, kader Muhammadiyah, hingga penghafal Al-Qur’an.
Dari sisi riset, UMY mengalokasikan 134 penelitian dengan total Rp2,99 miliar, mencakup pemberdayaan desa, inovasi keuangan sosial, hingga transformasi komunitas. Dalam program pengabdian masyarakat, UMY menyasar kelompok rentan seperti petani kecil, perempuan kepala keluarga, penyandang disabilitas, UMKM, serta program penguatan pertanian dan pendampingan ekonomi keluarga.
“Di kampus, UMY mengembangkan sarana ramah difabel dan melaksanakan 135 program pengabdian senilai Rp1,57 miliar yang melibatkan mitra dari enam negara, sebagai upaya aktif menciptakan transformasi sosial dan ekonomi di akar rumput,” pungkas Prof. Arin. (Mut)
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow