UMY Semakin Diminati Mahasiswa Non-Islam, Wakil Rektor: Kampus Terbuka dan Multikultur
Yogyakarta - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mencatat peningkatan jumlah mahasiswa non-Islam pada tahun akademik 2025. Data kampus menunjukkan, terdapat 14 mahasiswa Kristen, 12 mahasiswa Buddha, 5 mahasiswa Katolik, dan 3 mahasiswa Hindu yang resmi terdaftar sebagai mahasiswa baru UMY.
Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan UMY, Prof. Dr. Zuly Qodir, M.Ag., menegaskan bahwa fakta ini menjadi bukti keterbukaan UMY sebagai kampus Islam yang ramah bagi semua kalangan, tanpa memandang latar belakang agama maupun etnis.
“Artinya, kampus ini memang terbuka untuk siapa pun, dari agama dan etnis apa pun. Bahkan, kami berharap jumlah mahasiswa Kristen, Hindu, Buddha, dan Katolik bisa terus bertambah sehingga UMY benar-benar menjadi kampus yang multikultur dan multireligius,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (23/9).
Prof. Zuly menambahkan, meski UMY tidak menyediakan rumah ibadah khusus seperti gereja, pura, atau vihara, kampus tetap memberikan ruang dan jaminan kebebasan beribadah bagi mahasiswa sesuai keyakinannya.
“Mereka tidak perlu takut, karena kami menjamin kebebasan beragama. Tidak ada paksaan untuk pindah agama. Justru kami ingin mereka mengenal Muhammadiyah dan Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin,” jelasnya.
Terkait mata kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) yang wajib diikuti seluruh mahasiswa, Zuly menekankan bahwa bagi mahasiswa non-Muslim, AIK hanya bersifat pengetahuan, bukan praktik.
“Mereka tidak diwajibkan shalat, puasa, atau membaca Al-Qur’an. Mereka hanya belajar tentang Islam sebagai wawasan. Sedangkan untuk penilaian praktik keagamaan, akan dilakukan oleh pihak sesuai agama mereka masing-masing,” tuturnya.
Ia menilai, hadirnya mahasiswa non-Islam di UMY sekaligus menjadi peluang bagi mahasiswa Muslim untuk belajar hidup berdampingan secara harmonis.
“Islam mengajarkan kita untuk bergaul dengan semua orang. Kita bisa memahami tradisi dan ibadah agama lain, tapi tetap kembali kepada keyakinan masing-masing. Inilah yang saya sebut sebagai passing over, coming back,” paparnya.
Lebih jauh, ia berharap mahasiswa non-Islam, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, merasa nyaman menempuh pendidikan di UMY.
“Mudah-mudahan mereka enjoy, betah, dan bisa menyelesaikan studi tepat waktu. Terutama mahasiswa asing penerima beasiswa, kami ingin mereka dapat merasakan langsung kehidupan kampus Muhammadiyah yang ramah, terbuka, dan multikultur,” pungkasnya. (Mut)
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow