UMY Dinilai Mampu Dorong Pengembalian Citra Yogyakarta sebagai Kota Pendidikan

UMY Dinilai Mampu Dorong Pengembalian Citra Yogyakarta sebagai Kota Pendidikan

Smallest Font
Largest Font

YOGYA - Seluruh perguruan tinggi di Yogyakarta didorong untuk berperan aktif mengembalikan citra Yogyakarta sebagai ‘Kota Pendidikan’. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pun dinilai mampu mendorong hal tersebut dengan kualitas akademik dan riset melalui kompetensi dosen yang semakin terukur dan signifikan.

Hal tersebut disampaikan oleh Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D., Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V dalam sambutan pada agenda Orasi Ilmiah Pengukuhan Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bagi Dosen Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Studi Islam dan Peradaban (FSIP) Prof. Dr. Halim Purnomo, M.Pd.I., pada Rabu (15/10).

Menurut Setyabudi, Yogyakarta telah lama dikenal sebagai pusat ilmu pengetahuan dan pergerakan intelektual nasional. Namun dalam beberapa tahun terakhir, citra tersebut mulai tersisih oleh dominasi sektor budaya dan pariwisata. Karena itu, peningkatan kualitas pendidikan tinggi dan riset yang berintegritas dinilai menjadi kunci untuk mengembalikan reputasi Yogyakarta sebagai ‘Kota Pendidikan’ yang sesungguhnya.

“Kita ingin mengembalikan image Jogja sebagai kota pendidikan. Dari sisi kualitas, tentu ini sangat bergantung pada peran dosen sebagai pilar utama perguruan tinggi,” tegasnya.

Apresiasi pun ia sampaikan kepada UMY yang saat ini menjadi salah satu dari sembilan perguruan tinggi swasta terakreditasi unggul di wilayah LLDIKTI V, dengan jumlah guru besar dan doktor yang terus bertambah. Hingga saat ini, UMY memiliki 42 guru besar aktif dan 320 dosen bergelar doktor. Selain itu, terdapat 154 dosen dengan jabatan lektor kepala, di mana sekitar 50 orang di antaranya dinilai sudah layak untuk diajukan menjadi guru besar.

Kondisi ini menunjukkan komitmen UMY terhadap implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berkualitas dan berkelanjutan.

Dalam agenda di Ruang Sidang Utama Gedung A.R. Fachrudin A UMY ini, Setyabudi menegaskan bahwa kualitas sebuah perguruan tinggi ditentukan oleh tiga pilar yang menurutnya tidak tergantikan, yaitu ‘dosen, dosen, dan dosen’. Ia menilai, penguatan kapasitas akademik, percepatan jabatan fungsional dosen, serta peningkatan mutu riset menjadi agenda penting bagi seluruh perguruan tinggi di wilayah Yogyakarta.

Di samping target bagi seluruh perguruan tinggi di Yogyakarta, Setyabudi juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas akademik dalam setiap aktivitas riset dan publikasi ilmiah. Ia menjelaskan bahwa LLDIKTI Wilayah V saat ini menggunakan Research Integrity Risk Index (RIRI) untuk memantau tingkat risiko integritas riset di perguruan tinggi.

“Banyak negara sudah masuk dalam kategori red flag karena masalah integritas riset. Kita tidak ingin Indonesia termasuk di dalamnya. Karena itu, publikasi dan riset kita harus benar-benar bersih dari permasalahan akademik,” imbuh Setyabudi.

Ia mengingatkan agar para dosen berhati-hati dalam memilih jurnal dan tidak terjebak pada praktik publikasi instan yang dapat merusak reputasi akademik.

“Yang kita kejar bukan sekadar jumlah publikasi atau jabatan, tapi kualitas ilmiah yang berintegritas,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Setyabudi menyampaikan harapan agar UMY terus menjadi teladan bagi perguruan tinggi lainnya dalam menghasilkan riset-riset yang bermutu dan berdampak bagi masyarakat. (ID)

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow