Kampus

Kampus

MediaMU.COM

May 26, 2024
Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Mitigasi Kecelakaan Lalu Lintas Jadi Bahasan Utama dalam Summer School Professional Course UMY

YOGYAKARTA-Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) selenggarakan Summer School Professional Course dalam rangka perkuat pengetahuan tentang mitigasi dan keselamatan lalu lintas. Program ini sendiri merupakan bagian dari Summer School Road Traffic Safety, rangkaian program dari ASIASAFE, sebuah konsorsium yang diinisiasi oleh Erasmus+ dan beranggotakan berbagai perguruan tinggi termasuk UMY yang menjadi salah satu perwakilan dari Indonesia. 

Ketua Summer School Road Traffic Safety UMY, Dr. Ir. Noor Mahmudah, S.T., M.Eng., IPM., ASEAN.Eng., menyebut jika hingga saat ini kecelakaan lalu lintas masih menjadi masalah utama di Indonesia.

“Untuk merespon permasalahan ini, UMY khususnya melalui program magister Teknik Sipil yang bekerjasama dengan Erasmus+ ASIASAFE menggelar Professional Course di bidang keselamatan jalan. Sehingga pengetahuan terkait keselamatan lalu lintas dapat semakin ditingkatkan, sekaligus menjadi forum pertemuan antar pemangku kepentingan dalam upaya mewujudkan aksi keselamatan lalu lintas dan jalan di Indonesia,” tuturnya.

Ahmad Wildan, ATD, M.Sc., Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang menjadi pembicara dalam acara ini, menilai bahwa pengetahuan tentang penanggulangan kecelakaan lalu lintas belum banyak diterapkan. Ia juga menjelaskan kurangnya pengetahuan akan berimbas pada kurangnya data yang dikumpulkan. Data tersebut nantinya digunakan sebagai acuan untuk menyusun regulasi mitigasi pada kecelakaan.

“Jika proses mitigasi ini didasarkan pada pengetahuan, tingkat kecelakaan lalu lintas akan turun secara signifikan,” jelas Ahmad.

Tingginya angka kecelakaan lalu lintas, menurut Ahmad, terjadi karena kelalaian dari pihak masyarakat sebagai pengguna jalan dan pemerintah sebagai penyedia layanan dan fasilitas. Masih banyak daerah rawan kecelakaan yang seharusnya difasilitasi dengan rambu atau papan peringatan bagi pengguna jalan.

“Salah satu contoh kecilnya, masih banyak dijumpai di berbagai daerah rawan kecelakaan yang sangat minim terdapat papan peringatan yang kurang informatif, dimana seharusnya ini dikenal dengan istilah self-explaining road. Sehingga pengemudi dapat mengetahui permasalahan apa di depan, dan apa yang harus dilakukan untuk meminimalisir tingkat bahaya,” terangnya.

Program keselamatan, lanjut Ahmad, punya target utama untuk menurunkan resiko orang mengalami kecelakaan, bukan mengurangi angka kecelakaan. Ia beranggapan bahwa kecelakaan hanya dapat terjadi dan selalu diawali dengan adanya bahaya.

“Kecelakaan merupakan bagian dari suatu proses. Jika seseorang terpapar celaka, kemungkinannya hanya dua. Ia mengabaikan bahaya yang sudah ia ketahui ataupun ia tidak memiliki pengetahuan terkait bahaya yang memang tidak diketahui sebelumnya,” imbuhnya.

Di akhir, ia menyimpulkan bahwa hanya terdapat dua bentuk mitigasi dalam kecelakaan lalu lintas. Pertama, dengan menghilangkan bahaya sehinga kecelakaan tersebut tidak pernah terjadi lagi, atau kedua, dengan menurunkan resiko terjadinya kecelakaan.

 

Berita ini disadur dari mediamu.com dari suaramuhammadiyah.id dengan judul Pengetahuan Harus Jadi Dasar Mitigasi Kecelakaan Lalu Lintas

Comment

Your email address will not be published

There are no comments here yet
Be the first to comment here