UMMAD Madiun E-Sport Arena Mobile Legends Tinggalkan Kesan Mendalam bagi Pelajar

UMMAD Madiun E-Sport Arena Mobile Legends Tinggalkan Kesan Mendalam bagi Pelajar

Smallest Font
Largest Font

MADIUN — Gelaran Mobile Legends Offline Competition (MLOC) dalam rangkaian UMMAD E-Sport Arena, yang menjadi bagian dari Road to PMB UMMAD 2026, sukses menyedot antusiasme pelajar dari berbagai daerah. Digelar secara luring pada Ahad (1/2), kompetisi ini tak hanya menyajikan persaingan sengit, tetapi juga meninggalkan kesan positif bagi para pesertanya.

Sejumlah pemain mengaku merasakan manfaat langsung dari kompetisi perdana tersebut. Muhammad Farih, salah satu peserta, menilai ajang ini efektif untuk mengasah kemampuan bermain.

“Bertanding melawan tim lain membuat skill kita semakin terasah,” ujarnya.

Kesan serupa disampaikan Febrian Fauzi Andrianto atau akrab disapa Brian yang datang jauh-jauh dari Surabaya bersama kakaknya. Ia menyebut level persaingan di turnamen ini cukup tinggi dan menantang.

“Kami berhasil mengalahkan empat tim yang permainannya kuat. Kompetisinya seru,” ungkapnya.

Tak hanya dari sisi pertandingan, Brian juga mengapresiasi pelayanan panitia, khususnya fasilitas konsumsi yang dinilainya jarang ditemui di turnamen serupa. Peserta mendapatkan makan tiga kali sehari—pagi, siang, dan malam.

“Biasanya cuma sekali makan, ini jauh lebih baik,” katanya.

Brian berharap kompetisi seperti ini dapat kembali digelar di masa mendatang. “Level pemainnya tinggi dan penyelenggaraannya bagus. Semoga ada lagi ke depannya,” harapnya.

Kompetisi MLOC ini diikuti 32 tim dari berbagai wilayah di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Dicky Pratama, M.Kom, panitia pelaksana sekaligus dosen Program Studi Sistem Informatika UMMAD, menyebut jumlah peserta tersebut sangat memuaskan untuk event perdana yang dipersiapkan dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar dua pekan.

Menurut Dicky, ajang ini juga berdampak positif bagi branding Universitas Muhammadiyah Madiun. “Banyak peserta datang dari luar Madiun, seperti Surabaya. Ini menunjukkan nama UMMAD semakin dikenal di kalangan anak muda,” jelasnya.

Selain itu, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran dan kolaborasi lintas program studi bagi mahasiswa UMMAD yang terlibat sebagai panitia. Mereka belajar mengelola event, bekerja dalam tim, serta berinteraksi langsung dengan peserta dari berbagai daerah.

Ke depan, Dicky menilai kompetisi Mobile Legends ini sangat potensial untuk dilanjutkan dengan sejumlah penyempurnaan. Salah satu gagasan yang muncul adalah pembagian babak eliminasi secara daring dan final secara luring.

“Kemarin lomba dimulai dari pagi sampai malam. Peserta yang rumahnya jauh jadi pulang larut. Sayang kalau sampai kelelahan,” pungkasnya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    1
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow