Ubah Limbah Jadi Cuan, Mahasiswa KKN UAD Latih Lansia Sorosutan Olah Sampah Plastik

Ubah Limbah Jadi Cuan, Mahasiswa KKN UAD Latih Lansia Sorosutan Olah Sampah Plastik

Smallest Font
Largest Font

YOGYAKARTA — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Unit I.D.II menginisiasi program edukasi lingkungan berbasis pemberdayaan masyarakat guna menekan volume sampah rumah tangga sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi sirkular di tingkat masyarakat.

Program tersebut diwujudkan melalui pelatihan pemanfaatan limbah plastik menjadi produk kerajinan tangan bernilai guna dan bernilai ekonomi yang menyasar kelompok ibu-ibu serta lanjut usia (lansia) di wilayah RW 16 Kelurahan Sorosutan, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

Berdasarkan data internal kepengurusan wilayah, RW 16 Sorosutan menghasilkan belasan kilogram sampah plastik setiap pekan. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa KKN untuk menghadirkan solusi melalui kegiatan pelatihan yang digelar pada 13 Juni 2026 di Balai Warga RT 62. Kegiatan ini diikuti sedikitnya 15 peserta yang membawa berbagai jenis sampah plastik, seperti botol bekas, kemasan detergen saset, hingga kantong belanja sekali pakai.

Ketua KKN, Rayyid, menjelaskan bahwa program tersebut mengusung misi ganda, yakni pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Inisiatif ini mengusung misi ganda, yaitu ekologi dan ekonomi. Selain mengurangi pembuangan sampah langsung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), pelatihan ini juga dirancang sebagai sarana aktivitas positif bagi para lansia agar tetap produktif, sekaligus menjadi peluang tambahan pendapatan bagi keluarga,” ujarnya.

Menurut Rayyid, pengelolaan sampah perlu dimulai dari sumbernya, yakni rumah tangga. Melalui pelatihan keterampilan ini, limbah nonorganik yang sebelumnya berpotensi mencemari lingkungan dapat diolah menjadi produk kreatif yang memiliki nilai jual.

“Kami mengedukasi warga bahwa pengelolaan sampah harus diselesaikan dari sumbernya. Dengan keterampilan ini, limbah nonorganik yang semula menjadi masalah lingkungan dapat bertransformasi menjadi aset ekonomi kreatif dalam bentuk tas, dompet, dan berbagai produk fungsional lainnya,” jelasnya.

Pelatihan tersebut menghadirkan Upik, praktisi pengolahan limbah dari Komunitas Peduli Lingkungan Lowanu, sebagai mentor utama. Peserta dibekali berbagai keterampilan teknis, mulai dari proses pembersihan dan sterilisasi limbah, teknik pemotongan pola yang presisi, hingga metode anyaman dan penjahitan khusus untuk menghasilkan produk yang kuat, higienis, dan memiliki nilai estetika.

Tidak hanya berhenti pada tahap pelatihan, program ini juga dirancang untuk berkelanjutan. Pengurus Bank Sampah RT 62 bersama pemangku wilayah berkomitmen mengembangkan hasil kerajinan warga melalui skema hilirisasi produk yang terintegrasi dengan program pemberdayaan ekonomi setempat.

Ke depan, produk hasil karya kelompok ibu-ibu dan lansia tersebut direncanakan masuk dalam jaringan UMKM binaan kelurahan, dipasarkan melalui bazar wilayah, serta diperkenalkan ke pasar digital agar mampu menjangkau konsumen yang lebih luas.

Melalui program ini, mahasiswa KKN UAD berharap kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah semakin meningkat sekaligus membuka peluang ekonomi baru yang berkelanjutan bagi warga. Upaya tersebut menjadi contoh nyata bahwa pengelolaan lingkungan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi keluarga.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow