UAD dan BUMDes Hargomulyo Kembangkan Usaha Pasir Kucing di Gunungkidul
GUNUNGKIDUL — Tim Dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) di Gunungkidul selama Juli hingga November 2025. Program ini dibiayai dengan dana hibah DPPM Kemendiktisainstek Jakarta, dengan tujuan untuk mengembangkan usaha pasir kucing dari bentonit (zeolit alam) bermitra dengan BUMDes Kalurahan Hargomulyo Gedangsari. Usaha pasir kucing dari zeolit alam lokal ini cukup prospektif dan siap bersaing di pasar pasir kucing yang telah ada.
Kegiatan dimulai dengan lokakarya manajemen produksi pasir kucing yang diikuti oleh para pengelola BUMDes, lurah, dan pendamping desa. Ada tiga nara sumber, yaitu Dr. Totok E. Suharto dan Ir. Adi Permadi, Ph.D. (dosen Prodi Teknik Kimia UAD) serta Paino, M.T. direktur BUMDes Hargomulyo. Dibuka oleh Lurah Hargomulyo, Sumaryanta, yang menyambut antusias dan mengharapkan hasil lokakarya dapat diterapkan secara nyata untuk meningkatkan unit usaha pasir kucing yang sedang dirintis oleh BUMDes.
Pada lokakarya ini dibahas topik tentang struktur organisasi, tata kerja, dan pengelolaan keuangan usaha. Juga dibahas penyusunan SOP produksi dan demo cara aktivasi zeolit alam secara praktis. Dari kegiatan ini dihasilkan dokumen-dokumen seperti SOP produksi, strukttur organisasi, deskripsi kerja, dan tata kelola keuangan usaha. Lokakarya diakhiri dengan kunjungan ke unit produksi pasir kucing BUMDes Hargomulyo.
Di sini juga ditunjukkan operasional mesin penggilingan batuan zeolit alam menjadi produk butiran zeolit alam dengan tiga ukuran butir, kasar, pasir, dan serbuk halus. Unit produksi telah menghasilkan pasir kucing dalam kemasan 5 kg dengan nama Hargosuryo. Mesin penggiling batuan zeolit alam ini dibeli dengan biaya patungan BUMDes dan dana hibah DPPM Kemendiktisainstek. Hasil lokakarya masih akan ditindaklanjuti dengan lokakarya pengembangan rencana bisnis dan pemasaran.
What's Your Reaction?
-
1
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow