UAD Beri Keringanan Kuliah dan Bantuan Rp2,5 Juta bagi Mahasiswa Terdampak Banjir Sumatra
YOGYAKARTA — Universitas Ahmad Dahlan (UAD) memberikan bantuan kepada mahasiswa yang terdampak bencana banjir di Sumatra. Bantuan tersebut diserahkan pada Senin (22/12) dan diwujudkan dalam bentuk keringanan kuliah, bantuan pendidikan, serta voucher makan pagi dan siang di kantin kampus.
Perwakilan mahasiswa UAD asal Sumatra, Gilang Triadji Saputra, mengatakan bencana banjir tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga berdampak pada kondisi psikologis masyarakat, termasuk keluarga para mahasiswa.
Ia mengapresiasi perhatian UAD terhadap mahasiswa terdampak bencana. Menurutnya, kebijakan tersebut mencerminkan nilai bahwa ilmu pengetahuan harus berjalan beriringan dengan empati dan tanggung jawab sosial.
“Kami berterima kasih dan berkomitmen menjadikan pengalaman ini sebagai motivasi untuk terus belajar, berkontribusi, dan mengabdi kepada masyarakat. Kami yakin peristiwa ini bukan akhir, melainkan awal untuk bangkit,” ujarnya.
Wakil Rektor Bidang Keuangan, Kehartabendaan, dan Administrasi Umum UAD, Dr. Utik Bidayati, S.E., M.M., menyampaikan keprihatinan atas musibah yang dialami para mahasiswa. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban sekaligus menjaga keberlanjutan studi mereka.
“Dari total 105 mahasiswa UAD yang terdampak dan telah terdata, sebagian masih dalam proses pengambilan bantuan,” jelasnya.
Sementara itu, Rektor UAD Prof. Dr. Muchlas, M.T., mengungkapkan bahwa kampus mengalokasikan anggaran sekitar Rp1 miliar untuk membantu penanganan dampak bencana banjir di Sumatra. Sebagian dana disalurkan langsung ke lokasi bencana melalui koordinasi dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya di Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Sisanya dialokasikan untuk mahasiswa terdampak yang berada di lingkungan kampus UAD.
“Selain bantuan materi, UAD juga mengirimkan tujuh mahasiswa dan alumni sebagai relawan ke lokasi bencana. Mereka terdiri atas tenaga medis dan tenaga psikososial,” terangnya.
Setiap mahasiswa terdampak menerima bantuan senilai Rp2,5 juta untuk semester ini, yang meliputi bantuan pendidikan, voucher makan dua kali sehari di kantin kampus, serta bantuan sembako. UAD juga membuka peluang pemberian bantuan lanjutan pada semester berikutnya berdasarkan hasil evaluasi kebutuhan mahasiswa.
“Kami berkomitmen membantu keberlangsungan studi adik-adik mahasiswa yang terdampak bencana,” tegas Prof. Muchlas.
Melalui kebijakan ini, UAD menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pendidikan akademik, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow