PERSADA UAD Siapkan Santri Jadi Pengajar TPA yang Andal
YOGYAKARTA — Pesantren Mahasiswa KH. Ahmad Dahlan (PERSADA) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali meneguhkan komitmennya dalam menyiapkan santri yang unggul dan berdaya guna di tengah masyarakat. Menjelang agenda Pengabdian Masyarakat, PERSADA menggelar Pelatihan Pengelolaan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) di Amphiteater B Gedung Fakultas Kedokteran UAD, Senin (15/12).
Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun menjelang bulan Ramadan ini menjadi bekal strategis bagi para santri. Pelatihan tersebut tidak hanya mempersiapkan santri untuk menjalankan tugas pengabdian, tetapi juga membekali mereka dengan kemampuan mengelola TPA secara profesional dan berkelanjutan.
Melalui pelatihan ini, santri mendapatkan pemahaman mengenai metode pembelajaran Al-Qur’an yang efektif, manajemen TPA yang tertata, serta pendekatan edukatif yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan anak-anak. Dengan bekal tersebut, santri diharapkan mampu menghadirkan proses pembelajaran yang menyenangkan sekaligus bermakna.
Kepala Bidang Sumber Daya Manusia dan Kurikulum PERSADA, Andi Suseno, menegaskan bahwa pelatihan ini diharapkan memberi dampak jangka panjang bagi para santri.
“Nanti para santri tidak hanya menyelesaikan kewajiban mengajar di TPA, tetapi juga mampu mengambil ilmu untuk diamalkan dalam mengelola TPA sebaik mungkin, sehingga dapat menjadi amal saleh kita bersama,” tuturnya.
Materi pelatihan disampaikan oleh trainer nasional, Iwan Rustiawan. Ia menekankan pentingnya peran santri sebagai pengajar TPA yang ideal, adaptif, dan solutif. Menurutnya, pengajar TPA tidak hanya dituntut mampu menyampaikan materi, tetapi juga kreatif, peka terhadap kondisi peserta didik, serta cakap menganalisis persoalan dan menemukan solusi dalam proses belajar mengajar.
Dalam sesi motivasi, Ustaz Iwan mengajak para santri meneguhkan komitmen pengabdian melalui kalimat penuh makna yang diikuti secara serempak.
“Jika ada seribu ustadz maka saya yang ke seribu, jika ada seratus ustadz maka saya yang ke seratus, jika ada sepuluh ustadz maka saya yang kesepuluh, dan jika ada satu ustaz maka itu adalah saya,” tegasnya.
Melalui pelatihan ini, PERSADA berharap para santri tidak hanya siap terjun ke masyarakat, tetapi juga mampu menjadi penggerak TPA yang berkualitas serta membawa nilai-nilai Islam yang mencerahkan dan membangun.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow