Pemdes Cunca Wulang dan KKN UAD Perkuat Distribusi Bantuan Gempa Berbasis Data

Pemdes Cunca Wulang dan KKN UAD Perkuat Distribusi Bantuan Gempa Berbasis Data

Smallest Font
Largest Font

MANGGARAI BARAT — Pemerintah Desa Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, memperkuat penanganan pascagempa dengan memastikan bantuan kemanusiaan disalurkan secara tepat sasaran. Bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Anak Bangsa (KKN AB) Periode XIII Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, pemerintah desa melakukan pemetaan, pendataan warga terdampak, hingga distribusi bantuan logistik.

Kolaborasi tersebut diawali dengan penyisiran dari rumah ke rumah (door to door) selama tiga hari (18–20/8). Pendataan dilakukan untuk memvalidasi kondisi dan kebutuhan warga di sejumlah wilayah terdampak gempa yang tersebar di Desa Cunca Wulang.

Setelah proses validasi rampung, Pemerintah Desa Cunca Wulang bersama Pastor Paroki Santa Maria Fatima Vangkung Boleng, Romo Beben, menyalurkan bantuan logistik tahap awal pada Jumat (21/8). Bantuan tersebut berasal dari sejumlah pihak, di antaranya Pemerintah Daerah Manggarai Barat, Keuskupan Labuan Bajo, serta lembaga donor lainnya. Distribusi dilakukan berdasarkan data hasil pemetaan lapangan agar bantuan dapat menjangkau warga sesuai tingkat kebutuhan.

Kepala Desa Cunca Wulang, Pius Suparjo Sadu, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu masyarakat terdampak gempa. Menurutnya, pendataan yang akurat menjadi faktor penting agar distribusi bantuan berlangsung tertib dan adil.

“Kami atas nama seluruh masyarakat Desa Cunca Wulang menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Daerah, Keuskupan Labuan Bajo, Romo Beben, serta seluruh pihak eksternal yang telah mengulurkan tangan bagi warga kami,” ujar Pius.

Ia mengatakan seluruh paket bantuan yang tersedia telah disalurkan langsung kepada warga terdampak.

“Kami bersyukur distribusi ini bisa berjalan sangat lancar, adil, dan minim konflik karena semuanya dilakukan berdasarkan hasil pendataan riil di lapangan yang dikerjakan bersama adik-adik mahasiswa KKN AB XIII UAD,” lanjutnya.

Keterlibatan 15 mahasiswa KKN AB XIII UAD tidak berhenti pada pendataan warga. Mereka turut membantu pengarsipan, pengelompokan jenis bantuan, serta pemantauan arus keluar-masuk logistik di posko utama.

Bendahara KKN AB XIII UAD, Hidayatul Amamah, mengatakan pengelolaan logistik secara tertib dan akuntabel penting dilakukan karena bantuan berasal dari berbagai sumber.

“Sebagai tim kemanusiaan yang diterjunkan langsung di lokasi, kami berkomitmen penuh untuk membantu penyaluran bantuan ini bersama pemerintah desa hingga ke tangan yang berhak,” jelas Hidayatul.

Menurutnya, tim administrasi mengklasifikasikan kebutuhan warga secara lebih terperinci, termasuk kebutuhan balita, lansia, dan bahan pokok.

“Hal ini penting agar seluruh logistik yang masuk, baik dari pemda maupun pihak keuskupan, dapat terdistribusi secara transparan, tercatat dengan baik, dan benar-benar menyentuh prioritas utama korban yang paling membutuhkan,” tambahnya.

Selain untuk kebutuhan distribusi bantuan tahap awal, data yang dihimpun mahasiswa KKN UAD juga dipersiapkan sebagai bahan rujukan bagi penanganan kemanusiaan berikutnya.

Koordinator Divisi Ekonomi Kreatif KKN AB XIII UAD, Lingga Bangun Laksana, mengatakan kondisi geografis wilayah terdampak yang berbukit dan tersebar menjadi tantangan tersendiri dalam proses pendataan maupun distribusi bantuan.

“Pendataan mendalam yang dilakukan oleh teman-teman KKN dari dusun ke dusun merupakan bagian dari ikhtiar kami untuk menyajikan data yang valid, komprehensif, dan siap dipertanggungjawabkan,” ungkap Lingga.

Data tersebut, lanjutnya, akan diteruskan kepada jaringan internal Muhammadiyah, termasuk LAZISMU dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), sebagai bahan pertimbangan dalam penanganan dan dukungan kemanusiaan lanjutan.

“Harapan kami, jika sekiranya ada gelombang bantuan lanjutan yang masuk dari jaringan Muhammadiyah, penyalurannya dapat dikelola secara presisi melalui posko KKN kami di Desa Cunca Wulang,” katanya.

Menurut Lingga, langkah tersebut penting mengingat dampak gempa tidak terkonsentrasi di satu lokasi, tetapi tersebar di sejumlah wilayah dengan akses yang cukup menantang.

Kolaborasi antara Pemerintah Desa Cunca Wulang, tokoh agama, dan mahasiswa KKN UAD menunjukkan pentingnya kerja sama lintas sektor dan lintas iman dalam penanganan bencana. Dengan dukungan data yang akurat, transparansi pengelolaan logistik, dan koordinasi berbagai pihak, bantuan diharapkan dapat menjangkau masyarakat terdampak secara lebih merata sekaligus mendukung proses pemulihan pascagempa.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow