Pemberdayaan Remaja Masjid, UMY Dorong Dakwah Digital Kreatif Berbasis Masjid

Pemberdayaan Remaja Masjid, UMY Dorong Dakwah Digital Kreatif Berbasis Masjid

Smallest Font
Largest Font

BANTUL — Upaya memakmurkan masjid di era digital terus diperkuat oleh persyarikatan Muhammadiyah. Terbaru, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta bekerja sama dengan Majelis Tabligh PP Muhammadiyah dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tamantirto Utara melalui program Pengabdian Masyarakat Skema Khusus bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Masjid melalui Gerakan Anak Muda”. Kegiatan yang digelar di Masjid Husnul Khatimah, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Sabtu (7/2) ini menitikberatkan pada pelatihan pembuatan konten media berbasis masjid.

Sekretaris Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Dr. Askuri Ibnu Chamim, M.Si., yang juga Dosen Ilmu Komunikasi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, menegaskan bahwa masjid memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat dakwah digital yang kreatif dan bernilai.

“Apapun yang ada di masjid bisa menjadi konten. Mulai dari pengajian, ibadah, kegiatan warga, hingga konten kreatif seperti wawancara, musik religi, atau narasi singkat berisi kutipan ayat Al-Qur’an,” ujarnya.

Dalam materinya, Askuri memaparkan strategi perancangan konten berbasis masjid, teknik produksi konten digital meliputi fotografi, videografi, desain grafis, hingga proses editing. Konten difokuskan pada foto dan video, dengan metode pembelajaran yang menggabungkan pemahaman teori, praktik langsung, serta evaluasi hasil karya peserta.

Ia mendorong para remaja masjid untuk berkreasi seluas-luasnya, namun tetap berpegang pada nilai dakwah. “Bukan konten hura-hura atau sekadar mengejar viral, tetapi konten yang memberi makna dan engagement positif,” tegasnya.

Ketua PRM Tamantirto Utara, H. Aris Suprihadi, S.H., menyambut baik program ini karena dinilai sangat membantu efektivitas dakwah di tingkat akar rumput. Menurutnya, PRM Tamantirto Utara membina 27 masjid dan musala, yang seluruh aktivitasnya berpotensi diperkuat melalui media digital.

“Kami akan masukkan remaja masjid ke dalam grup komunikasi, sehingga informasi kegiatan bisa cepat diterima jamaah dan masyarakat luas,” jelas Aris.

Ia menambahkan, PRM Tamantirto Utara memiliki tradisi Pengajian Ahad Pagi yang telah berlangsung sejak 27 Juli 1997 dan masih bertahan hingga kini. “Dulu jamaahnya puluhan, sekarang bisa ratusan. Dengan dukungan media digital, dakwah akan jauh lebih efektif,” imbuhnya.

Seluruh kegiatan masjid dan musala di wilayah tersebut juga terhimpun dalam Forum Komunikasi Antar Masjid Musala (Forkamm) dan dapat diakses melalui kanal YouTube MutiaraMu.

Sementara itu, Gita Danu Pranata, S.E., M.M., Dosen Manajemen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), menyampaikan bahwa sasaran utama program ini adalah remaja masjid. Menurutnya, generasi muda memiliki potensi besar dalam mengelola media sosial untuk mempublikasikan kegiatan masjid dan mensosialisasikan program-program keumatan.

“Kami ingin remaja masjid terlibat aktif memakmurkan masjid, tidak hanya secara fisik tetapi juga melalui dunia digital,” ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut, peserta akan mendapatkan pendampingan dan monitoring di masjid masing-masing, terutama menjelang Ramadan yang sarat dengan aktivitas keagamaan. Konten-konten terbaik dengan dampak positif akan mendapat apresiasi dan penghargaan menjelang Idulfitri.

“Harapannya, program pengabdian berbasis masjid ini bisa berlanjut setiap tahun dengan konsep yang semakin menarik dan melibatkan lebih banyak remaja,” pungkas Gita.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    1
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow