Mahasiswa UMY Gandeng Artha Creatorlab, Bangun Jembatan Kolaborasi Kampus dan Dunia Industri

Mahasiswa UMY Gandeng Artha Creatorlab, Bangun Jembatan Kolaborasi Kampus dan Dunia Industri

Smallest Font
Largest Font

YOGYAKARTA — Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggandeng Artha Creatorlab untuk membangun ruang kolaborasi yang mempertemukan dunia pendidikan, industri, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Artha Network pada hari Rabu (29/7) di Basabasi UMY, yang melibatkan perwakilan Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Pertanian, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Studi Islam dan Peradaban, serta PK IMM Fakultas Studi Islam dan Peradaban UMY.

Artha Network merupakan program networking yang diinisiasi Artha Creatorlab untuk membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki visi serupa, mulai dari pelaku usaha, pemilik merek, konten kreator, publik figur, hingga institusi pendidikan.

Berbeda dengan forum diskusi pada umumnya, Artha Network mengedepankan dialog mengenai berbagai tantangan yang dihadapi masing-masing pihak, kemudian mengidentifikasi peluang kerja sama yang dapat diwujudkan dalam bentuk program dan kegiatan yang memberikan manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan.

Dalam forum tersebut, mahasiswa dan Artha Creatorlab membahas beragam isu, mulai dari prospek karier generasi muda, profesionalisme lulusan perguruan tinggi, hingga perubahan lanskap industri yang berlangsung semakin cepat. Salah satu temuan yang mengemuka adalah meningkatnya minat mahasiswa terhadap dunia kewirausahaan dan industri kreatif, di tengah kekhawatiran bahwa laju perkembangan industri kerap melampaui kemampuan dunia pendidikan dalam beradaptasi.

Co-Founder Artha Creatorlab, Hizba Muhammad Abror, menilai kondisi tersebut tidak seharusnya menjadi jurang pemisah antara kampus dan dunia industri.

"Perubahan industri bergerak jauh lebih cepat daripada kemampuan dunia pendidikan untuk beradaptasi. Namun, itu bukan berarti kampus harus dibangun mengikuti arus pasar. Pada dasarnya kampus tidak didesain menjadi sekadar pemasok tenaga kerja siap pakai. Disrupsi memang harus menjadi perhatian karena kerap melenyapkan tatanan lama, tetapi pada saat yang sama juga membuka peluang-peluang baru," ujarnya.

Menurut Hizba, Artha Creatorlab yang selama ini menjadi mitra strategis berbagai pelaku usaha ingin mengambil peran sebagai jembatan yang mempertemukan dunia pendidikan dengan dunia industri. Melalui Artha Network, pihaknya berharap lahir berbagai program kolaboratif yang mampu mempertemukan mahasiswa, praktisi industri, dan masyarakat untuk menciptakan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Gagasan tersebut mendapat respons positif dari Ketua Umum PK IMM Fakultas Pertanian UMY, Rayjaka Wasesa. Menurutnya, mahasiswa pertanian telah memperoleh bekal akademik yang kuat, namun masih membutuhkan ruang untuk memahami dinamika industri pertanian yang terus berkembang, termasuk pemanfaatan teknologi digital dan e-commerce.

"Mahasiswa Fakultas Pertanian selama ini banyak belajar mengenai pertanian. Kami juga ingin memahami lanskap industri pertanian, terlebih mengenai e-commerce yang masih jarang menjadi pembahasan di kampus," katanya.

Hal senada disampaikan Wakil Gubernur BEM Fakultas Studi Islam dan Peradaban UMY, Adiba. Ia menilai mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) memiliki ketertarikan yang semakin besar terhadap industri kreatif yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.

"Bertemu langsung dengan praktisi di bidang industri kreatif akan memberikan wawasan dan warna baru bagi kami yang memiliki latar belakang studi Islam. Pengalaman seperti ini membuat mahasiswa lebih memahami perkembangan industri dan tantangan profesional yang akan dihadapi setelah lulus," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum PK IMM Fakultas Studi Islam dan Peradaban UMY, Agung Rezki, menegaskan bahwa organisasi mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk mendorong kampus semakin terbuka terhadap kolaborasi lintas sektor.

"Kami ingin organisasi mahasiswa tidak hanya mendekatkan aktivisme dan akademik, tetapi juga mempertemukan kampus dengan perkembangan industri yang selama ini sering dipandang berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi yang melibatkan mahasiswa, pelaku usaha, dan masyarakat akan menjadikan kampus sebagai ruang inovasi yang mempertemukan berbagai kalangan untuk menghasilkan solusi yang berdampak," ujarnya.

Melalui Artha Network, mahasiswa UMY dan Artha Creatorlab berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan sektor swasta tidak berhenti pada forum diskusi. Berbagai gagasan yang lahir dari pertemuan tersebut diharapkan berkembang menjadi program pengembangan kapasitas, seminar, workshop, riset kolaboratif, hingga kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    1
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow