Kolaborasi Mahasiswa KKN UAD dan Pemdes Cunca Wulang Petakan Kebutuhan Warga Pascagempa

Kolaborasi Mahasiswa KKN UAD dan Pemdes Cunca Wulang Petakan Kebutuhan Warga Pascagempa

Smallest Font
Largest Font

MANGGARAI BARAT — Respons terhadap dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus dilakukan di berbagai wilayah terdampak. Di Desa Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Anak Bangsa (KKN AB) Periode XIII Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bergerak bersama pemerintah desa melakukan asesmen kondisi warga dan fasilitas umum.

Sejak Senin (18/8), mahasiswa KKN AB XIII UAD bersama Pemerintah Desa Cunca Wulang menerjunkan personel untuk menyisir rumah-rumah warga terdampak. Kegiatan tersebut masih terus berlangsung sebagai bagian dari upaya memetakan kebutuhan masyarakat pascagempa.

Asesmen tidak hanya menyasar permukiman warga. Tim gabungan juga mendata kerusakan fasilitas umum, termasuk sarana ibadah seperti masjid dan gereja yang berada di wilayah Desa Cunca Wulang.

Pendataan secara menyeluruh ini dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi desa sekaligus menjadi dasar dalam merencanakan proses pemulihan, termasuk pemulihan aktivitas sosial dan keagamaan masyarakat.

Data yang dihimpun mahasiswa kemudian dikoordinasikan secara berkala dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Manggarai Barat. Rekapitulasi bersama tersebut diharapkan dapat membantu memastikan kebutuhan logistik maupun bantuan pemulihan pascabencana disalurkan secara tepat sasaran.

Situasi pascagempa membuat mahasiswa harus menyesuaikan program kerja yang sebelumnya telah dirancang sebelum penerjunan. Kebutuhan mendesak masyarakat menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan KKN.

Ketua Koordinator KKN AB XIII UAD, M. Farel Naufalino, mengatakan perubahan fokus tersebut merupakan bentuk empati sekaligus respons terhadap kondisi nyata yang ditemukan mahasiswa di lapangan.

“Perubahan dan penyesuaian program kerja tematik yang telah kami susun secara matang sebelum penerjunan merupakan suatu keharusan. Setelah melihat langsung situasi di lapangan dan melalui kesepakatan bersama, masyarakat saat ini jauh lebih membutuhkan program pendampingan psikososial serta mitigasi bencana guna mengurangi dampak trauma,” ujarnya.

Meski demikian, Farel memastikan program pengabdian masyarakat lainnya tidak sepenuhnya dihentikan. Program kerja individu maupun program tematik nonkebencanaan tetap akan dilaksanakan dengan menyesuaikan kondisi dan perkembangan pemulihan masyarakat.

“Kami memastikan bahwa program kerja individu maupun program tematik non-kebencanaan lainnya yang telah direncanakan akan tetap dilaksanakan. Pola eksekusinya saja yang akan kami fleksibelkan, menyesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat serta perkembangan pemulihan desa di hari-hari ke depan,” imbuhnya.

Kepala Desa Cunca Wulang, Pius Suparjo Sadu, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa UAD dalam proses asesmen. Menurutnya, dukungan tenaga mahasiswa sangat membantu pemerintah desa memperoleh data kondisi warga dan fasilitas umum secara lebih cepat dan terstruktur.

“Akurasi data dari asesmen ini sangat krusial bagi kami pemerintah desa. Dengan adanya bantuan tenaga dari adik-adik mahasiswa yang jeli mendata rumah warga hingga kondisi masjid dan gereja kami, proses pelaporan ke tingkat kabupaten menjadi jauh lebih cepat dan terstruktur,” ungkap Pius.

Kolaborasi antara mahasiswa KKN UAD, Pemerintah Desa Cunca Wulang, dan MDMC Kabupaten Manggarai Barat diharapkan dapat memperkuat respons pascagempa sekaligus mempercepat proses pemulihan masyarakat.

Melalui pendataan yang valid, koordinasi lintas pihak, serta pendampingan yang berkelanjutan, Desa Cunca Wulang diharapkan mampu melewati masa transisi dari fase tanggap darurat menuju pemulihan secara lebih sistematis dan tangguh. Pendekatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pengabdian mahasiswa dapat beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat, terutama ketika bencana menuntut respons yang cepat dan tepat.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow