KKN 71 Mlangi UNISA Ajak Pemuda Jaga Kesehatan Mental serta Jauhi Judol dan Pinjol

KKN 71 Mlangi UNISA Ajak Pemuda Jaga Kesehatan Mental serta Jauhi Judol dan Pinjol

Smallest Font
Largest Font

SLEMAN — Perkembangan teknologi digital membawa banyak kemudahan bagi kehidupan sehari-hari. Namun, di balik kemudahan tersebut, generasi muda juga menghadapi berbagai risiko, mulai dari judi online (judol), pinjaman online (pinjol), hingga ancaman keamanan digital.

Hal tersebut menjadi perhatian Kelompok KKN 71 Mlangi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) yang menggelar edukasi Ngobras (Ngobrol Santai) bertema “Waspada Judol dan Pinjol, Jaga Kesehatan Mental Kita” di Nuwaira Academy, Sabtu (15/8).

Kegiatan tersebut menyasar kader muda Padukuhan Mlangi, Nogotirto, Gamping, Sleman. Edukasi dikemas secara santai dan interaktif agar peserta tidak hanya menerima informasi, tetapi juga memiliki ruang untuk berdiskusi dan menyampaikan persoalan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kegiatan tersebut, KKN 71 Mlangi UNISA menghadirkan dua pemateri dari tim KKN, yakni Yursel Noor Fadlurrahman dan Derra Tanjung. Keduanya membahas bahaya judi online dan pinjaman online serta dampaknya terhadap kehidupan sosial dan kesehatan mental.

Judi online menjadi salah satu persoalan yang perlu diwaspadai generasi muda. Kemudahan akses internet dan media sosial membuat berbagai promosi maupun ajakan untuk mengikuti judi online dapat dengan mudah ditemukan.

Karena itu, peserta diajak mengenali berbagai risiko judi online dan tidak mudah tergiur tawaran keuntungan cepat. Edukasi juga menekankan pentingnya kemampuan mengendalikan diri serta mengambil keputusan secara bijak ketika berhadapan dengan berbagai tawaran di ruang digital.

Sementara itu, dalam pembahasan mengenai pinjaman online, peserta diajak memahami pentingnya mempertimbangkan kebutuhan dan risiko sebelum menggunakan layanan pinjaman digital. Kemudahan memperoleh pinjaman melalui platform digital perlu diimbangi dengan pemahaman mengenai keamanan layanan dan kemampuan mengelola keputusan finansial secara bertanggung jawab.

Pembahasan judol dan pinjol kemudian dikaitkan dengan kesehatan mental. Masalah keuangan, ketergantungan terhadap aktivitas digital, maupun dampak sosial yang ditimbulkan dapat menjadi sumber tekanan dalam kehidupan seseorang.

Karena itu, menjaga kesehatan mental, membangun kebiasaan mengambil keputusan secara bijak, dan memiliki lingkungan yang saling mendukung menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan tersebut.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi edukasi dari Nuwaira Academy yang disampaikan Mas Greyy dengan tema “Lindungi Diri & Keluarga dari Bahaya Social Engineering & Judi Online di Era AI.”

Materi ini memberikan perspektif tambahan mengenai pentingnya keamanan digital di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Peserta diperkenalkan dengan social engineering, yakni berbagai upaya manipulasi untuk memengaruhi seseorang agar memberikan informasi atau melakukan tindakan tertentu. Perkembangan teknologi membuat masyarakat perlu semakin berhati-hati ketika menerima pesan, tautan, informasi, maupun bentuk komunikasi digital yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Edukasi tersebut juga menekankan bahwa keamanan digital bukan hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi perlu diterapkan untuk melindungi keluarga. Dengan literasi digital yang baik, pemuda diharapkan mampu mengenali potensi ancaman di ruang digital dan lebih bijak ketika menghadapi informasi atau tawaran yang mencurigakan.

Setelah seluruh materi disampaikan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Dua peserta berkesempatan menyampaikan pertanyaan kepada para pemateri. Diskusi berlangsung interaktif dan menjadi ruang bagi peserta untuk memperdalam pemahaman sekaligus membahas persoalan yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.

Antusiasme peserta menunjukkan bahwa isu judi online, pinjaman online, keamanan digital, dan kesehatan mental merupakan persoalan yang relevan bagi generasi muda saat ini.

Melalui Edukasi Ngobras, KKN 71 Mlangi UNISA berharap pemuda Mlangi semakin bijak menggunakan teknologi, mampu mengenali risiko judi online, pinjaman online, dan social engineering, serta memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan mental.

Pemuda juga diharapkan dapat menjadi bagian dari lingkungan yang saling mengingatkan dan melindungi, baik terhadap diri sendiri maupun keluarga.

Pada akhirnya, perkembangan teknologi perlu diimbangi dengan literasi digital, kewaspadaan, dan kemampuan mengambil keputusan secara bijak. Dengan pengetahuan yang memadai, generasi muda diharapkan tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya secara aman, sehat, dan bertanggung jawab.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow