Kisah Mahasiswa Katolik di UMMAD, Praktik Nyata Moderasi Beragama di Kampus Muhammadiyah

Kisah Mahasiswa Katolik di UMMAD, Praktik Nyata Moderasi Beragama di Kampus Muhammadiyah

Smallest Font
Largest Font

MADIUN — Muhammadiyah terus menegaskan identitasnya sebagai institusi pendidikan yang menjunjung tinggi nilai moderasi, toleransi, dan inklusivitas. Tidak hanya bagi pelajar atau mahasiswa muslim, sekolah maupun universitas Muhammadiyah juga menjadi rumah belajar yang aman dan nyaman bagi pelajar atau mahasiswa lintas agama.

Salah satu potret nyata wajah moderasi beragama tercermin dari sosok Kristofora Karolina Kewa, S.Kes, lulusan Program Studi Administrasi Kesehatan (Adminkes)  Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) asal Lembata, Nusa Tenggara Timur. Mahasiswi beragama Katolik yang akrab disapa Olin ini berhasil menorehkan prestasi membanggakan sebagai wisudawan terbaik UMMAD 2025, dengan capaian akademik tertinggi.

Olin mengaku, selama menempuh pendidikan di UMMAD sejak 2021, ia merasakan lingkungan kampus yang terbuka, ramah, dan menghargai perbedaan keyakinan.

“Selama saya kuliah di UMMAD, saya merasa sangat nyaman. Saya diterima dengan baik sebagai mahasiswa non-Muslim, baik oleh dosen maupun teman-teman,” ungkapnya.

Menurut Olin, para dosen bersikap profesional dan adil tanpa membedakan latar belakang agama. Begitu pula tenaga kependidikan yang memberikan pelayanan akademik secara optimal kepada seluruh mahasiswa.

“Teman-teman juga sangat ramah dan saling mendukung, baik dalam kegiatan akademik maupun non-akademik,” tambahnya.

Sebagai kampus Muhammadiyah, UMMAD tentunya mewajibkan mata kuliah Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Olin mengaku sempat merasa canggung di awal mengikuti perkuliahan tersebut. Namun seiring waktu, ia justru menemukan nilai-nilai universal yang relevan bagi semua mahasiswa.

“Materi AIK lebih banyak menekankan pada nilai moral, etika, dan toleransi. Saya menganggapnya sebagai tambahan wawasan tentang keberagaman, tanpa ada pemaksaan keyakinan,” jelas putri pasangan Polikarpus Wolo Ketoj dan Helena Wasi Gokok itu.

Keberadaan mahasiswa non-Muslim di UMMAD yang mencapai sekitar 15 persen menjadi bukti konkret praktik moderasi beragama yang dijalankan secara nyata dalam kehidupan kampus.

Olin bercerita, keputusannya memilih UMMAD berawal dari keinginannya melanjutkan studi di bidang kesehatan. Awalnya ia tertarik pada keperawatan, namun di sisi lain Olin mempertimbangkan faktor biaya dan peluang studi lain yang masih relevan dengan minatnya.

Setelah mencari informasi bersama teman, Olin menemukan Program Studi Administrasi Kesehatan UMMAD yang dinilai sesuai dengan minat dan rencana kariernya.

“Saya tetap ingin berkontribusi di bidang kesehatan, meskipun tidak langsung sebagai tenaga medis. Administrasi Kesehatan mengajarkan pengelolaan layanan kesehatan dan sistem pelayanan secara profesional,” ujarnya.

Menurutnya, Prodi Adminkes memberikan bekal keilmuan yang kuat dan relevan dengan kebutuhan sektor kesehatan di masa depan.

Dedikasi dan kerja keras Olin membuahkan hasil. Ia dinobatkan sebagai salah satu wisudawan terbaik UMMAD 2025, bahkan meraih IPK tertinggi, yakni 3,79. Skripsinya berjudul "Analisis Peran Sekolah Luar Biasa dalam Implementasi Program Posyandu Rutin untuk Meningkatkan Layanan Kesehatan bagi Anak Disabilitas."

Rektor UMMAD, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si, menyebut Olin sebagai representasi nyata UMMAD sebagai kampus moderasi.

“Tadi kita saksikan lulusan terbaik berasal dari Nusa Tenggara Timur, beragama Katolik, dari Program Studi Administrasi Kesehatan. Inilah wajah UMMAD,” ujarnya dalam sambutan wisuda.

Ia menegaskan, UMMAD tidak pernah membedakan mahasiswa berdasarkan agama, suku, atau ras.

“Semua menjadi bagian utuh dari UMMAD dan kami kembangkan untuk memberi kontribusi bagi bangsa dan negara. Mari bergabung menjadi mahasiswa UMMAD yang terus bertransformasi,” pungkasnya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    1
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow