Kampus Harus Terhubung dengan Realitas Industri, Alumni Jadi Kunci Transformasi
YOGYA - Perguruan tinggi dinilai tidak dapat lagi berjalan sendiri tanpa keterhubungan yang kuat dengan dunia usaha dan industri. Ketua Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KAUMY), M. Yana Aditya, S.E., Akt., M.M., menegaskan bahwa alumni memiliki peran strategis sebagai penghubung antara kampus dan realitas industri agar pendidikan tinggi tetap relevan dengan kebutuhan zaman.
Hal tersebut disampaikan Yana dalam sambutannya pada kegiatan Kuliah Umum bertajuk “Membangun Kultur _Entrepreneurial University_ untuk Kemajuan Bangsa melalui Dunia Usaha” yang digelar di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Senin (15/12). Menurutnya, transformasi kampus menuju _entrepreneurial university_ tidak cukup hanya bertumpu pada penguatan akademik, tetapi harus ditopang jejaring luas serta pengalaman praktis yang dimiliki alumni.
“Sebagai Ketua KAUMY, saya ingin menegaskan bahwa alumni merupakan mitra strategis bagi kampus. Alumni dapat membuka jejaring dunia usaha, menjadi mentor dan _role model_, sekaligus menjembatani kampus dengan realitas industri,” ujar Yana.
Ia menilai keterlibatan alumni semakin krusial di tengah perubahan dunia kerja yang berlangsung sangat cepat. Kampus, lanjutnya, membutuhkan akses langsung terhadap dinamika industri agar mampu menyiapkan lulusan yang adaptif, berdaya saing, dan sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.
Dalam kesempatan yang juga dihadiri Ketua Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Arsjad Rasyid, Yana turut menyoroti pentingnya kolaborasi konkret antara perguruan tinggi dan dunia usaha. Menurutnya, kemitraan strategis dapat menjadi pintu masuk bagi penguatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Ia mencontohkan kerja sama internasional UMY dengan FPT Vietnam yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia di bidang teknologi strategis, seperti _artificial intelligence_ dan semikonduktor. Kolaborasi tersebut, kata Yana, berangkat dari kepedulian dunia usaha terhadap pembangunan SDM jangka panjang.
“Dunia pendidikan menjadi lini penting dalam menyiapkan sumber daya manusia agar mampu berkiprah di sektor-sektor strategis yang kini dan ke depan menjadi tren global,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Yana menegaskan bahwa konsep _entrepreneurial university_ harus dimaknai sebagai keterbukaan kampus terhadap kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan alumni dan pelaku usaha. Alumni, menurutnya, tidak hanya hadir sebagai simbol ikatan emosional, tetapi sebagai aktor aktif yang mendorong perubahan dan pembaruan di lingkungan kampus.
“Kehadiran pengusaha dan alumni dalam kegiatan seperti ini diharapkan membuka ruang dialog yang nyata, sehingga mahasiswa dan civitas academica dapat memahami secara langsung bagaimana dunia usaha bekerja serta tantangan yang dihadapi,” jelasnya.
Melalui kuliah umum tersebut, Yana berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan teoretis, tetapi juga perspektif praktis tentang kewirausahaan dan peran strategis dunia usaha dalam pembangunan bangsa. Ia menegaskan bahwa sinergi antara kampus, alumni, dan industri merupakan fondasi penting dalam menyiapkan generasi muda sebagai motor penggerak ekonomi nasional. (ID)
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow