Dosen UMY Bagikan Tips Aman Merawat Baterai Litium-ion untuk Kendaraan Listrik

Dosen UMY Bagikan Tips Aman Merawat Baterai Litium-ion untuk Kendaraan Listrik

Smallest Font
Largest Font

YOGYA - Peningkatan penggunaan kendaraan listrik (EV) di Indonesia menjadikan baterai litium-ion semakin dikenal sebagai sumber tenaga utama. Meski dikenal efisien dan berteknologi tinggi, baterai ini memiliki karakteristik khusus yang perlu dipahami agar aman digunakan dan memiliki umur pakai yang panjang. Hal ini disampaikan oleh Dosen Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Rama Okta Wiyagi, S.T., M.Eng., Ph.D.

Menurut Rama, baterai litium-ion memiliki densitas energi yang lebih tinggi dibanding baterai konvensional seperti aki timbal-asam. Kemampuan menyimpan energi besar dalam ukuran yang ringkas membuatnya menjadi pilihan utama untuk berbagai perangkat modern, termasuk laptop, ponsel, hingga kendaraan listrik.

“Baterai ini ringan dan hemat ruang, sehingga cocok dengan kebutuhan mobilitas modern yang menuntut efisiensi energi,” jelasnya saat ditemui di UMY, Rabu (5/11).

Hindari Pengisian Penuh dan Suhu Ekstrem

Meski memiliki banyak keunggulan, Rama menegaskan bahwa baterai litium-ion tidak dapat diperlakukan seperti baterai biasa. Sifat kimianya yang sangat aktif membuatnya membutuhkan perhatian khusus, terutama pada pengisian daya (charging) dan pengendalian suhu.

“Idealnya baterai litium diisi pada kisaran 20–80 persen. Jangan sampai benar-benar habis atau terlalu sering penuh. Suhu juga perlu dijaga, hindari menjemur baterai atau mengisi daya di kondisi ekstrem, karena itu bisa mempercepat degradasi dan meningkatkan risiko keamanan,” terangnya.

Rama menjelaskan, degradasi baterai merupakan penurunan kemampuan menyimpan energi akibat penuaan dan perilaku pengguna. Faktor terbesar yang memengaruhi daya tahan bukan hanya usia baterai, melainkan cara perawatan. “Jika dirawat dengan benar, masa pakai baterai bisa jauh lebih panjang, bahkan melebihi dua tahun,” tambahnya.

Gunakan Charger Resmi dan Jaga Ventilasi Saat Pengisian

Selain perilaku pengguna, kualitas charger juga berpengaruh besar terhadap kesehatan baterai. Rama mengingatkan agar pengguna selalu menggunakan charger sesuai spesifikasi pabrikan untuk memastikan arus listrik tetap stabil.

“Charger yang tidak sesuai bisa menyebabkan ketidakstabilan tegangan dan mempercepat kerusakan. Gunakan charger resmi dan lakukan pengisian di tempat berventilasi baik agar panas dapat dilepaskan dengan aman,” jelasnya.

Ia menambahkan, hampir semua perangkat berbasis baterai litium-ion kini sudah dilengkapi sistem proteksi otomatis, namun kebiasaan pengguna tetap menjadi faktor penentu keselamatan dan keawetan baterai.

“Membaca pedoman penggunaan dari produsen dan mengikuti arahan teknis adalah langkah sederhana tapi penting untuk menjaga keamanan dan memperpanjang usia baterai,” pungkas Rama. (NF)

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow