Dosen UMMAD Tanggapi Penanganan Kasus Daycare di Jogja: Harus Disertai Komunikasi Terbuka

Dosen UMMAD Tanggapi Penanganan Kasus Daycare di Jogja: Harus Disertai Komunikasi Terbuka

Smallest Font
Largest Font

MADIUN — Kasus dugaan kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta terus menyita perhatian publik. Berbagai langkah penanganan telah dilakukan, mulai dari proses hukum hingga pendampingan terhadap korban. Namun, di tengah proses tersebut, transparansi informasi dan pola komunikasi kepada masyarakat turut menjadi sorotan.

Dalam penanganannya, aparat telah melakukan penyelidikan dan penyidikan serta menetapkan pihak yang diduga terlibat untuk diproses sesuai ketentuan hukum. Selain itu, anak-anak korban juga mendapatkan pendampingan psikologis dan medis sebagai bagian dari upaya pemulihan kondisi mereka.

Operasional daycare yang bersangkutan sementara dihentikan sambil dilakukan evaluasi terhadap sistem pengelolaan dan standar pengasuhan. Di sisi lain, inspeksi dan pendataan ulang terhadap sejumlah daycare juga dilakukan untuk memastikan standar keamanan dan kelayakan terpenuhi guna mencegah kejadian serupa terulang.

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD), Dr. Muhammad Syarifuddin, M.Sos., menilai bahwa berbagai langkah tersebut merupakan bentuk respons penting, tetapi perlu diiringi komunikasi publik yang efektif dan terbuka.

“Langkah-langkah seperti proses hukum, pendampingan korban, dan evaluasi operasional menunjukkan bahwa penanganan sedang berjalan. Tetapi dalam perspektif komunikasi, yang tidak kalah penting adalah bagaimana semua itu disampaikan kepada masyarakat,” ujarnya, Kamis (7/5).

Menurutnya, penyampaian informasi yang tidak jelas atau tidak berkelanjutan berpotensi menimbulkan kesenjangan pemahaman di tengah masyarakat.

“Jika informasi tidak disampaikan secara terbuka, publik bisa membentuk persepsi sendiri. Hal ini dapat menimbulkan kesalahpahaman,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa komunikasi yang efektif perlu dilakukan secara transparan, cepat, konsisten, dan empatik. Informasi mengenai perkembangan kasus, menurutnya, harus disampaikan secara berkala melalui berbagai saluran komunikasi agar masyarakat memperoleh pemahaman yang utuh.

Selain itu, penggunaan narasi yang selaras antar pihak terkait juga dinilai penting untuk menghindari kebingungan publik. Komunikasi yang konsisten diyakini dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap proses penanganan kasus yang sedang berlangsung.

Kasus daycare di Yogyakarta ini menjadi pengingat bahwa dalam setiap penanganan peristiwa, tindakan dan komunikasi harus berjalan beriringan. Tanpa komunikasi yang baik, berbagai langkah penanganan yang telah dilakukan berpotensi tidak dipahami secara utuh oleh masyarakat.

Karena itu, transparansi informasi menjadi kunci penting agar proses penanganan tidak hanya berjalan, tetapi juga dapat dipahami dan dipercaya oleh publik secara luas.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow