Dekan FIK UMMAD Dr. Eny Pemilu Kusparlina Raih Jabatan Akademik Lektor Kepala

Dekan FIK UMMAD Dr. Eny Pemilu Kusparlina Raih Jabatan Akademik Lektor Kepala

Smallest Font
Largest Font

MADIUN — Prestasi akademik membanggakan diraih Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD), Dr. Eny Pemilu Kusparlina, M.Kes. Ia resmi memperoleh kenaikan jabatan akademik dari Lektor menjadi Lektor Kepala, sebuah capaian penting dalam perjalanan karier dosen dan akademisi.

Eny, yang juga merupakan dosen Program Studi Administrasi Kesehatan (Adminkes), meraih kenaikan jabatan tersebut setelah memenuhi seluruh persyaratan dan lulus Uji Kompetensi Jabatan Akademik Dosen sebagaimana tertuang dalam surat bernomor 09784/B.B4/DT.04.01/2025 tertanggal 26 September 2025.

Kenaikan jabatan akademik ini ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tentang Kenaikan Jabatan Akademik/Fungsional Dosen. Berdasarkan keputusan tersebut, jabatan Lektor Kepala mulai berlaku efektif pada 1 Oktober 2025 dan ditetapkan secara resmi pada 28 Oktober 2025.

Dalam surat keputusan tersebut disebutkan bahwa Eny dinaikkan jabatannya menjadi Lektor Kepala dalam rumpun keilmuan Pendidikan dan Perilaku Kesehatan Masyarakat.

Eny menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan buah dari proses panjang pengembangan kompetensi tridarma perguruan tinggi yang dijalani secara konsisten, terarah, dan berkelanjutan.

“Saya bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Allah SWT atas amanah kenaikan jabatan akademik ini. Capaian ini adalah hasil dari ikhtiar panjang dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.

Dalam bidang pendidikan dan pengajaran, Eny berkomitmen mengintegrasikan pendekatan pedagogi kesehatan, pembelajaran berbasis riset, serta penguatan literasi kesehatan masyarakat dalam setiap mata kuliah yang diampu. Upaya tersebut diarahkan untuk membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan orientasi promotif–preventif yang kuat.

“Tujuan akhirnya adalah mencetak lulusan yang mampu menjadi agen edukasi dan perubahan di tengah masyarakat,” jelasnya.

Sementara pada ranah penelitian, Dr. Eny secara sistematis mengembangkan kepakaran pada isu pendidikan kesehatan, determinan perilaku kesehatan, serta kerentanan sosial terhadap persoalan gizi dan kesehatan masyarakat. Berbagai luaran ilmiah yang dihasilkan diarahkan tidak hanya memperkaya khazanah keilmuan, tetapi juga menjadi dasar perumusan kebijakan dan intervensi berbasis bukti.

Adapun dalam pengabdian kepada masyarakat, ia berupaya mentransformasikan hasil riset ke dalam program-program edukasi kesehatan, penguatan literasi pangan dan gizi, serta pemberdayaan komunitas sebagai wujud tanggung jawab sosial akademisi.

Lebih jauh, Eny menegaskan bahwa kenaikan jabatan akademik ini bukanlah tujuan akhir, melainkan tonggak penting untuk terus memperkuat integritas keilmuan, memperluas jejaring kolaborasi, dan meningkatkan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan serta perilaku kesehatan masyarakat di Indonesia.

“Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengabdi demi kemajuan ilmu pengetahuan dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat,” pungkasnya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    1
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow