Dari Reformasi Polri Hingga Tolak Politik SARA, Inilah 8 Tuntutan Mahasiswa UNISA Yogya

Dari Reformasi Polri Hingga Tolak Politik SARA, Inilah 8 Tuntutan Mahasiswa UNISA Yogya

Smallest Font
Largest Font

SLEMAN – Gelombang keresahan publik akibat krisis sosial dan politik di tanah air mendapat perhatian serius dari mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta. Melalui Kementerian Kajian Aksi Strategis dan Advokasi BEM UNISA, mereka menyampaikan delapan tuntutan penting yang menegaskan komitmen mahasiswa untuk membela kepentingan rakyat dan menegakkan demokrasi.

Dalam pernyataan sikap bertajuk “UNISA Bergerak: Suara untuk Demokrasi, Keadilan, dan Keberadaban” disertai tagar #UNISABerherak, para mahasiswa menilai bahwa negara dan aparat kerap mengabaikan kepentingan rakyat. Mereka menyoroti tindakan represif aparat, komunikasi publik yang menimbulkan kepanikan, serta kebijakan yang dianggap lebih berpihak pada elite ketimbang masyarakat luas.

“Suara mahasiswa bukan sekadar kritik, melainkan cermin hati nurani rakyat,” tegas pernyataan tersebut.

Adapun delapan tuntutan UNISA Bergerak adalah sebagai berikut:

  1. Reformasi Kepolisian – Mengakhiri represif aparat dan memastikan fungsi kepolisian sebagai pelindung rakyat, bukan pengancam.
  2. Evaluasi Komunikasi Publik Aparat – Menghindari komunikasi yang menimbulkan kepanikan, serta memastikan keterbukaan informasi yang akuntabel.
  3. Evaluasi Tunjangan DPR – Menghentikan pemborosan anggaran DPR dan mengutamakan kebutuhan dasar rakyat.
  4. Kesejahteraan Guru dan Dosen – Menjamin hak dan penghargaan layak bagi pahlawan pendidikan.
  5. Evaluasi Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) – Menjalankan program tanpa politisasi, tepat sasaran, dan transparan.
  6. Kebebasan Pers – Menghentikan intimidasi serta ancaman terhadap jurnalis demi menjamin demokrasi tanpa pembungkaman.
  7. Jaminan Keamanan Tenaga Medis dan Relawan – Memberi perlindungan penuh bagi tenaga medis agar dapat menjalankan tugas kemanusiaan tanpa kriminalisasi.
  8. Menjunjung Inklusivitas – Menolak pengalihan isu dengan SARA yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.

Mahasiswa UNISA menegaskan bahwa suara mereka bukan sekadar jargon. “Kami tidak akan tinggal diam ketika keadilan diinjak-injak. Delapan tuntutan ini adalah janji perjuangan,” tegas pernyataan tersebut 

Gerakan ini sekaligus menjadi seruan agar pemerintah kembali menempatkan rakyat sebagai prioritas utama dalam setiap kebijakan dan menghentikan segala bentuk penindasan maupun praktik politik yang jauh dari nilai keadilan.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow